Belum Waktunya Sebut Irjen Martuani dan Kombes Johnny Edison 'Gagal'


Lensamedan- Kritikan terhadap kinerja Kapolda Irjen Martuani Sormin dan Kapolresta Medan Kombes Johnny Eddizon Isir oleh kelompok masyarakat lewat aksi unjuk rasa dinilai belum pantas dilontarkan bahkan terkesan tendensius. Hal ini didasarkan kepada masa kerja kedua perwira Polri ini yang masih dalam hitungan puluhan hari di Sumatera Utara.

Hal ini dikatakan Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah Sumut-NAD, Gito Pardede menyikapi aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP) di mapoldasu, Senin (3/2/2020).

Gito Pardede menyebutkan, masyarakat harusnya bisa menilai secara objektif, tidak bisa didasarkan kepada kasus kejadian.

"Kita kan harus menilai secara objektif, tidak bisa begitu ada kejadian yang kita anggap sebagai gangguan keamanan langsung kita tuduh mereka gagal," kata Gito Pardede saat dihubungi, Senin (3/2/2020).

Dikatakan Gito, sejak memimpin Polda Sumatera Utara menjelang akhir tahun 2019, Irjen Pol Martuani Sormin juga dapat dikatakan menunjukkan performa yang baik dalam mengatasi berbagai kejahatan jalanan. Tidak berbeda dengan Kapolda sebelumnya Agus Andrianto, di masa kepemimpinan Martuani pihak kepolisian juga menunjukkan ketegasan dalam menindak pelaku kejahatan jalanan.

"Kemarin ada yang ditembak mati pelaku begal, kemudian pengedar narkoba juga ditindak tegas. Jadi saya kira untuk ukuran masih 1 bulan bertugas, itu sudah menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dibandingkan antara dua pimpinan Polda ini," kata Gito.

Ia meyakini, tidak ada pimpinan di Polda Sumut yang tidak bekerja dengan baik, karena biasanya para pimpinan yang ditempatkan di Polda Sumut maupun Polrestabes Medan merupakan perwira-perwira yang terbaik. Karena itu, kerjasama dari elemen masyarakat juga sangat mereka butuhkan untuk kesuksesan dalam menjaga situasi kamtibmas.

"Bagi kami GMKI, kami tetap berkomitmen ikut memberikan sumbangsih apapun kepada pihak Polri. Apakah sumbangsih pemikiran maupun informasi yang dapat berguna. Artinya kita juga ikut menjadi mitra, bukan langsung menghakimi," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Johnny Eddizon Isir memastikan, upaya menekan aksi begal sudah sejak dulu dilakukan pihak kepolisian. Hal ini sesuai dengan tugas pokok mereka yakni menciptakan situasi kamtibmas yang baik dan juga melakukan penegakan hukum.

"Kita tekan terus kok, persoalannya Kota Medan ini kan luas. Namun, ini tetap jadi atensi kami di kepolisian," katanya saat ditemui usai memaparkan kasus pengungkapan narkoba di RS Bhayangkara Medan, Senin (3/2/2020).

Perwira yang tercatat sebagai peraih penghargaan Adhi Makayasa Akpol 1996 ini menjelaskan, keberhasilan pihak kepolisian dalam memberantas berbagai kasus kejahatan ditengah masyarakat juga sangat membutuhkan kerjasama dari masyarakat. Setidaknya menurut Johnny, setiap individu juga dapat mencegah dirinya sendiri dari potensi kejahatan jalanan.

"Harapan kami kepada masyarakat, bisalah menjadi 'polisi' lah bagi dirinya sendiri. Artinya, saat jam rawan harus lihat situasi juga dan waspada. Kalau ada barang bawaan, mohon diamankan tempatkan di bawah jok misalnya. Pada prinsipnya kami dari kepolisian tetap bekerja sekuat tenaga menekan aksi kejahatan ini," ujarnya.

Ia meyakinkan, bahwa seluruh kasus-kasus kejahatan jalanan dan narkoba tetap menjadi atensi utama mereka. Karena hal inilah yang menjadi keresahan ditengah masyarakat.

"Beri kami waktu, kita akan tidak tegas mereka," pungkasnya. 

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Belum Waktunya Sebut Irjen Martuani dan Kombes Johnny Edison 'Gagal'"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel