Terkait Kasus Gas Beracun di Madina, 6 Saksi Diperiksa Polisi

Lensamedan- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) masih terus melakukan  penyelidikan terhadap kebocoran gas yang mengakibatkan tewasnya 5 warga di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Senin (25/1/2021).

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, sejumlah saksi telah diperiksa untuk diminta keterangannya, tanpa merinci siapa saja saksi yang diperiksa.

6 orang saksi sudah diperiksa, sementara penyelidikan masih terus dilakukan" ujar MP Nainggolan, Rabu (27/1/2021).

Ia mengaku, saat ini pihak terkait dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama KBR Gegana Brimob mendatangi lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi pembangunan pembangkit listrik tenaga bumi milik PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP).

"Hari ini dari Kementerian ESDM dan KBR Gegana Brimob cek lokasi," katanya.

Terkait kondisi udara di lokasi kejadian, MP Nainggolan belum mendapat informasi lanjutnya. Dia hanya mengatakan, masyarakat sudah kembali seperti biasa.

"Hanya di awal kejadian saja masyarakat sempat mengungsi, sekarang sudah kembali," katanya.

Diketahui, peristiwa yang terjadi pada Senin kemarin itu membuat 24 warga yang mencoba menutup sumur ternyata mengeluarkan gas beracun hingga pingsan. Sementara warga lainnya bernama Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Dahni, dan Syahrani (14), meninggal dunia. (*)

 

 

(Medan)

 

Belum ada Komentar untuk "Terkait Kasus Gas Beracun di Madina, 6 Saksi Diperiksa Polisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel