Tanoto Foundation: Literasi dan Numerasi, Fondasi untuk Bisa Bersaing di Masa Depan
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva (kemeja hijau), bersama Sekretaris Daerah Kota Pematang Siantar, Junaedi Antonius Sitanggang, dan juga Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara, Asrif, menjadi pembicara dalam kegiatan dialog publik peningkatan literasi dan numerasi di Sumatra Utara yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (7/5/2026).lensamedan-istLensaMedan – Akses Pendidikan yang meluas ternyata tetap menjadi tantangan besar untuk memastikan siswa menguasai literasi dan numerasi. Padahal tanpa keterampilan ini, siswa akan sulit menguasai ilmu yang lebih kompleks.
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menyebutkan, jika mengacu kepada PISA 2022, maka skor Indonesia masih di bawah rata-rata OECD, dimana hanya 25% siswa yang mencapai rata-rata skor literasi membaca.
“Dan haanya 18% siswa yang mencapai rata-rata skor matematika,” ujar Medi dalam kegiatan dialog publik peningkatan literasi dan numerasi di Sumatra Utara yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (7/5/2026).
Dikatakan Medi, untuk bisa meningkatkan skor, maka diperlukan intervensi dini, yakni dengan cara melakukan tindakan nyata sejak kelas awal untuk membangun fondasi logika dan pemahaman yang kuat.
Salah satu tindakan nyata itu diwujudkan lewat kerja sama Kemendikdasmen, dengan Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF untuk percepatan literasi dan numerasi nasional.
Hingga 2029, program ini mentargetkan bisa mendampingi 500 sekolah dasar negeri, melatih 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah, dan memberikan manfaat langsung kepada minimal 45.000 siswa.
Di Sumatra Utara, program ini dijalankan Tanoto Foundation di Kota Medan dan juga Pematang Siantar.
“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi adalah fondasi. Melalui kolaborasi multipihak dan partisipasi semesta, kita memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam menguasai keterampilan dasar untuk masa depan mereka," tegasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Pematang Siantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menegaskan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang, bukan tujuan akhir.
Karena itu, literasi bukan hanya sekadar membaca, tetapi menjadi alat evaluasi strategis untuk daya saing daerah. Bukan hanya soal mengeja, tetapi kemampuan fungsional untuk kesejahteraan.
“Untuk bisa mencapai ini, maka dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen, salah satunya dengan Tanoto Foundation yang membantu kami fokus pada penguatan ekosistem pendidikan berkelanjutan dan peningkatan literasi-numerasi siswa,” ucap Junaidi.
Penguatan Literasi Butuh Keterlibatan Komunitas
Peserta dialog publik dari berbagai komunitas literasi di wilayah Binjai, Medan dan Deli Serdang, fokus mendengarkan materi yang disampaikan pembicara.lensamedan-istDialog publik peningkatan literasi dan numerasi di Sumatra Utara yang menghadirkan perwakilan dari 40 komunitas literasi di wilayah Binjai, Medan dan Deli Serdang ini juga menghadirkan Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara, Asrif, sebagai pembicara.
Pada kesempatan itu, Asrif menekankan bahwa penguatan literasi juga harus melibatkan komunitas.
Untuk itu Balai Bahasa Sumut aktif mendampingi TBM melalui bantuan teknis dan hibah buku, serta membangun kolaborasi lewat forum literasi daerah bersama komunitas dan FTBM.
“Selain itu, Balai Bahasa mendorong literasi berbasis bahasa ibu dan kearifan lokal, serta penguatan literasi digital agar masyarakat semakin cerdas memilah informasi dan memanfaatkan media sosial untuk konten positif,” kata Arif. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tanoto Foundation: Literasi dan Numerasi, Fondasi untuk Bisa Bersaing di Masa Depan "
Posting Komentar