Nataru 2025/2026, Ada 2.491.021 Kendaraan yang Melintas di Jalur Tol Trans Sumatra
Kendaraan keluar melalui Gerbang Tol Simpang Panei yang dikelola Hutama Karya. Selama periode Nataru 2025/2026, Hutama Karya mencatat ada 2.491.021 kendaraan yang memanfaatkan jalan tol.lensamedan-istExecutive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk memastikan pengoperasian selama Nataru berbasis data dan berorientasi pada kenyamanan pengguna.
“Kami memantau pergerakan kendaraan setiap hari dan menyiapkan langkah antisipasi di lapangan agar arus tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan balik,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan evaluasi, Tol Kuala Tanjung – Sinaksak yang dikelola anak usaha Hutama Karya, Hutama Marga Waskita, menjadi ruas dengan trafik tertinggi mencapai 599.514 kendaraan.
Tingginya volume kendaraan pada ruas ini dipengaruhi posisinya sebagai koridor vital yang menghubungkan pergerakan masyarakat dan aktivitas wisata dari kawasan Kuala Tanjung menuju Sinaksak maupun sebaliknya, terutama saat periode libur Nataru.
Sementara itu, peningkatan persentase tertinggi dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal terjadi di Tol Sigli–Banda Aceh yang mencapai 87,50%, didorong oleh penambahan ruas fungsional Seksi Padang Tiji–Seulimeum yang memperkuat alternatif jalur di wilayah Aceh dan meningkatkan konektivitas perjalanan selama Nataru.
“Dari data tersebut, kami tidak hanya melihat besaran trafik, tetapi juga memetakan titik dan waktu yang paling membutuhkan penguatan layanan. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat, terarah, dan dampaknya langsung terasa bagi pengguna,” tambah Mardiansyah.
Untuk membantu perjalanan masyarakat terasa lebih ringan selama Nataru, Hutama Karya memberlakukan potongan tarif pada arus Natal 22–24 Desember 2025 serta arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026 di ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Indralaya–Prabumulih, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Tol Indrapura–Kisaran, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, serta Tol Sigli–Banda Aceh.
Pada periode yang sama, Hutama Karya juga mengoperasikan ruas tol fungsional untuk memperkuat akses selama Nataru, yaitu Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 yang dibuka secara fungsional pada 7 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 dengan total trafik hingga 4 Januari 2026 sebanyak 37.138 kendaraan, serta Tol Palembang – Betung Seksi 2 yang dibuka pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan total trafik 45.358 kendaraan.
Pengoperasian Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 turut mendukung akses bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur.
Sebagai pelengkap layanan, Hutama Karya menyediakan layanan Work From Anywhere (WFA) pada 29–31 Desember 2025 di rest area Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, dan Tol Indralaya–Prabumulih dengan menghadirkan co-working space yang nyaman, dilengkapi free Wi-Fi dan fasilitas pendukung agar pengguna tetap produktif saat beristirahat.
Selain itu, pos pelayanan dengan fasilitas tambahan seperti kursi pijat, area istirahat, kopi gratis, charging station, free Wi-Fi, dan fasilitas pendukung lainnya juga dihadirkan pada rest area dengan trafik tinggi, antara lain Rest Area Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung KM 215 Jalur B dan KM 234 Jalur A, serta Rest Area Tol Pekanbaru–Dumai KM 45 dan KM 65.
“Kami menyiapkan dukungan layanan yang menyeluruh, mulai dari potongan tarif, penguatan akses lewat ruas fungsional, sampai fasilitas istirahat yang lebih nyaman termasuk _co-working space_ bagi pengguna jalan yang menerapkan WFA dan juga agar pengguna bisa menjaga stamina dan tetap fokus selama perjalanan,” katanya.
Menutup Nataru, Menatap Layanan yang Lebih Baik
Hutama Karya menilai layanan Nataru 2025/2026 di JTTS dapat berjalan dengan baik berkat kesiapan operasional, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan fasilitas layanan pengguna jalan di titik-titik strategis.
Sejumlah strategi layanan yang diterapkan selama periode Nataru, mulai dari optimalisasi manajemen trafik di titik rawan kepadatan, penguatan informasi layanan dan komunikasi publik secara terintegrasi, hingga peningkatan kesiapsiagaan layanan rest area dan fasilitas pengguna, berhasil dilaksanakan dan menjadi bekal penting untuk perbaikan berkelanjutan.
Seluruh catatan evaluasi Nataru ini akan menjadi dasar penyempurnaan layanan serta rujukan utama dalam menyiapkan pelayanan Mudik Lebaran 2026 mendatang, agar pengendalian arus kendaraan semakin presisi, fasilitas semakin siap, dan informasi semakin mudah dipahami pengguna.
Sejalan dengan komitmen penguatan konektivitas di Sumatra, sepanjang tahun 2025 Hutama Karya juga telah mengoperasikan 3 seksi baru dan 1 junction, yakni Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi Tempino–Ness, serta _Junction_ Palembang.
“Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan layanan kami ke depan, termasuk sebagai bahan penyusunan langkah operasional untuk pelayanan Mudik Lebaran 2026. Kami ingin pengguna jalan merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terbantu setiap kali melintas di JTTS,” kata Mardiansyah mengakhiri. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Nataru 2025/2026, Ada 2.491.021 Kendaraan yang Melintas di Jalur Tol Trans Sumatra "
Posting Komentar