IHSG dan Emas Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Parkir di Zona Merah
LensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat seirama dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Sejumlah emiten seperti DEWA, BBCA, ANTM, BBRI, BBNI hingga ASII menjadi penopang penguatan IHSG sebesar 0,84% di level 8.933,609.Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, selama sesi perdagangan IHSG sempat melemah dan ditransaksikan di level 8.839 sebagai titik terendahnya.
"Tetapi kemudian IHSG berhasil bangkit dan mencatat rekor tertinggi baru dan kian dekat dengan level psikologis 9.000," ujar Gunawan Benjamin, di Medan, Selasa (6/1/2026).
Gunawan menyebut, penguatan IHSG juga tidak begitu terpengaruh dengan kinerja mata uang Rupiah yang justru melemah pada perdagangan hari ini.
Mata uang Rupiah ditutup melemah di level 16.740 per Dolar AS ditengah minimnya sentimen maupun agenda ekonomi pada perdagangan hari ini.
Pasar keuangan selanjutnya akan menanti perkembangan geopolitik khususnya setelah penangkapan Presiden Venezuela oleh AS.
Sentimen sejauh ini masih belum berubah, pasar saham masih menggunakan sentimen geopolitik sebagai motor penggerak.
"Dan tensi geopolitik Kawasan kian memanas dimana banyak negara lain yang turut bereaksi dengan aksi penangkapan tersebut," sebutnya.
Tidak hanya pasar saham yang diuntungkan dengan memburuknya tensi geopolitik sejauh ini. Harga emas juga terpantau bergerak stabil dikisaran US$4.450 per ons troy ditengah ketidakpastian arah ekonomi global kedepan.
Tensi geopolitik yang meningkat mendorong sikap hati-hati pasar, sehingga lebih terdorong untuk mengakumulasi emas.
Kenaikan harga emas dunia sejauh ini membuat emas domestik stabil dikisaran harga Rp2,4 juta per gram. (julie simanjuntak)
(Medan)
Mata uang Rupiah ditutup melemah di level 16.740 per Dolar AS ditengah minimnya sentimen maupun agenda ekonomi pada perdagangan hari ini.
Pasar keuangan selanjutnya akan menanti perkembangan geopolitik khususnya setelah penangkapan Presiden Venezuela oleh AS.
Sentimen sejauh ini masih belum berubah, pasar saham masih menggunakan sentimen geopolitik sebagai motor penggerak.
"Dan tensi geopolitik Kawasan kian memanas dimana banyak negara lain yang turut bereaksi dengan aksi penangkapan tersebut," sebutnya.
Tidak hanya pasar saham yang diuntungkan dengan memburuknya tensi geopolitik sejauh ini. Harga emas juga terpantau bergerak stabil dikisaran US$4.450 per ons troy ditengah ketidakpastian arah ekonomi global kedepan.
Tensi geopolitik yang meningkat mendorong sikap hati-hati pasar, sehingga lebih terdorong untuk mengakumulasi emas.
Kenaikan harga emas dunia sejauh ini membuat emas domestik stabil dikisaran harga Rp2,4 juta per gram. (julie simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Parkir di Zona Merah"
Posting Komentar