Ikan, Makanan Khas Malam Imlek Keluarga Sofyan Tan

Lensamedan-Makan besar pada malam Imlek menjadi tradisi wajib bagi keluarga Tionghoa. Ada makanan khusus yang tidak boleh ditinggalkan melengkapi keceriaan dan kebersamaan keluarga saat menyambut Tahun Baru Imlek .

Sama halnya dengan keluarga besar anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDIP dr Sofyan Tan. Di keluarganya, makanan wajib dan utama yang disajikan saat makan bersama ialah ikan.

"Menu yang wajib ada pada makan malam imlek itu ikan," katanya didampingi istrinya Elinar di kediamannya Komplek Kasuari Medan, kemarin.

Ikan yang dimasak biasanya seperti ikan kerapu dan sebangun. Menu ini tidak boleh dihabiskan dan harus tersisa hingga besok pagi dan menurut kepercayaan, rezeki sepanjang tahun akan ada sisanya.

"Kalau keluarga kami, masak sendiri di rumah dan tidak pernah merayakan malam Imlek di restoran atau rumah makan. Di rumah, kebersamaan akan lebih terasa," tuturnya.

Makanan lain yang harus ada saat Imlek, lanjutnya, ada kue keranjang atau bakul dengan rasa manis dan lengket dengan harapan hubungan keluarga semakin erat dan hidup manis sepanjang tahun. Dan tidak ketinggalan jeruk sunkist yang melambangkan keluarga rukun.

Selain makan bersama, tepat pukul 00.00 WIB juga melaksanakan sembahyang di rumah, berdoa semoga di tahun ini Tuhan memberikan langkah yang baik, rezeki yang lancar. Kepercayaan etnis Tionghoa di jam tersebut dewa rezeki akan turun sehingga lampu dihidupkan semua dan pintu dibuka agar dewa rezeki masuk ke rumah.

Sedangkan untuk di pagi hari, seperti tradisi Idul Fitri, biasanya melakukan sungkeman kepada orang tua dan beri angpao. Angpao juga diberikan kepada mereka yang belum berkeluarga dengan harapan agar tetap sehat.

"Kami melakukan hormat tiga kepada orang tua. Jadi di dalam keluarga Tionghoa itulah yang paling penting," ujarnya.

Bagi Sofyan Tan, tahun tikus logam ini harus bisa dimaknai sebagai tahun semangat untuk perubahan menjadi manusia yang lebih cekatan dan tidak gampang putus asa, tentunya dengan tidak mengikutkan sifat buruknya yang suka menggerogoti.

"Tikus itu kita tahu kan dia cekatan dan ulet. Kalau lubang keluarnya ditutup, maka dia pasti akan mencari lubang baru," kata Sofyan.

Filosofi ini lah menurut Sofyan yang bisa dipakai warga kota Medan menyikapi pemilihan wali kota mendatang.

Warga didorong untuk mencermati sosok kandidat termasuk visi-misinya, apakah cekatan dan siap bekerja keras membawa Medan mengejar ketertinggalan dibandingkan kota lain.

"Pilihlah pemimpin yang ligat bekerja dan punya keinginan kuat bawa Medan lebih baik, bukan pemimpin yang sukanya menggerogoti," harap pria bershio Babi ini.

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Ikan, Makanan Khas Malam Imlek Keluarga Sofyan Tan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel