Tensi Geopolitik yang Belum Mereda Bikin IHSG, Rupiah Hingga Emas Kompak Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,68% di level 6.858,899. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sempat berada di zona hijau dan ditransaksikan dalam rentang 6.762 - 6.977.lensamedan-istLensaMedan – Pasar keuangan tak hanya digempur dengan isu tensi politik yang belum juga mereda. Data inflasi AS juga turut mmenjadi sentimen pasar, dimana laju tekanan inflasi AS secara tahunan atau year on year diproyeksikan naik diatas 3,5%. Kenaikan laju tekanan inflasi AS ini akan mendorong spekulasi kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Kondisi ini menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, membuka peluang mata uang Rupiah hingga pasar saham mengalami koreksi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0, 68% di level 6.858,899. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sempat berada di zona hijau dan ditransaksikan dalam rentang 6.762 - 6.977.
“Pelemahan IHSG sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa saham di Asia,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (12/5/2026).
Selain sentimen negatif pasar saham di Asia, pelemahan IHSG menurut Gunawan juga dipicu oleh tekanan mata uang Rupiah.
Pada perdagangan hari ini, Rupiah sempat menyentuh level terendah di angka 17.525 per Dolar AS, sebelum akhirnya ditutup turun di kisaran level 17.490.
“Rupiah pada perdagangan hari ini mencetak sejarah level terendahnya,” sebut Gunawan.
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.700 per ons troy, atau sekitar Rp2,65 juta per gram.
Pelemahan harga emas lebih dimotori oleh ekspektasi kebijakan suku bunga yang cenderung hawkish, setelah laju tekanan inflasi naik ditengah lonjakan harga minyak mentah dunia selama krisis di Selat Hormuz. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tensi Geopolitik yang Belum Mereda Bikin IHSG, Rupiah Hingga Emas Kompak Melemah"
Posting Komentar