IHSG Terkoreksi Jelang Publikasi MSCI, Rupiah Melemah Ditengah Memburuknya Perang
Grafik pergerakan IHSG.Pada perdagangan awal pekan, IHSG dibuka melemah di level 6.9959.Pelemahan ini bertolak belakang dengan kinerja bursa Asia yang bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.lensamedan-ist LensaMedan - Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan ini melemah di level 6.959.
Pelemahan IHSG diikuti dengan kinerja mata uang Rupiah yang ditransaksikan melemah ke level 17.370 per Dolar AS.
Rupiah kembali menedekati level 17.400 seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, serta membaiknya kinerja USD Index yang relatif stabil di kisaran US$99 hingga US$104 per barel.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, dalam sepekan kedepan terdapat sejumlah agenda ekonomi penting yang akan menjadi fokus perhatian pasar selanjutnya, salah satunya adalah pembobotan yang akan dilakukan oleh pemerinkat efek MSCI (Morgan Stanley Capital International).
Pelaku pasar akan menanti apakah MSCI nantinya akan menambah bobot sahamnya di pasar keuangan domestik atau justru menguranginya.
Kabar tersebut akan menjadi kabar penting bagi pasar keuangan di tanah air, mengingat sejumlah indikator ekonomi makro seperti data manufaktur yang terkontraksi, defisit fiskal, memanasnya tensi geopolitik hingga pelemahan mata uang Rupiah bisa saja menjadi pemberat bagi keputusan MSCI.
“Rilis data pertumbuhan ekonomi yang melonjak ke level 5,61% menjadi salah satu faktor yang diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan investor,” kata Gunawan di Medan, Senin (11/5/2026).
Gunawan menyebut, pelaku pasar pada perdagangan hari ini akan sangat berhati-hati ditengah memburuknya perang di Timur Tengah dimana Israel memperingatkan Iran bahwa konflik belum sepenuhnya usai.
Di sisi lain AS menolak proposal perdamaian Iran, sementara Iran menyatakan tidak akan tunduk pada musuhnya (AS – Israel).
Harga emas merespon negatif situasi yang berkembang saat ini. Harga emas terpantau mengalami penurunan diksiaran level US$4.683 per ons troy, atau sekitar Rp2,62 juta per garam.
“Meski diselimuti sentimen negatif, tetapi harga emas masih mampu bertahan di atas US$4.500 per ons troy dan masih ditopang sentimen fundamental yang kuat,” sebutnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Terkoreksi Jelang Publikasi MSCI, Rupiah Melemah Ditengah Memburuknya Perang"
Posting Komentar