Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Rupiah Tembus 17.330
Uang kertas Rupiah. Pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026), Rupiah ditutup melemah di level 17.330 per Dolar AS, buntut harga minyak dunia kembali naik.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tidak mampu bertahan di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung. Meskipun dominan berada di zona hijau, namun kinerja IHSG justru sempat melemah di level 7.063, sebelum akhirnya ditutup menguat 0,41% di level 7.101,226.
Secara teknikal IHSG menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, terus mencoba melawan tekanan saat turun mendekati level psikologis 7.000. Kinerja IHSG menunjukan perlawanan pasar ditengah memburuknya sentimen yang berkembang belakangan ini.
Pelaku pasar sendiri juga masih terbelah dengan sikap yang ditunjukan oleh Iran maupun AS, dimana sebagian menilai ada kemungkinan perundingan damai yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Sementara pihak lainnya justru pesimis akan tercipta perdamaian.
“Negosiasi yang terjadi saat ini berlangsung rumit karena masing-masing pihak masih berpegang pada pendiriannya masing-masing,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (29/4/2026).
Gunawan menyebut, hal yang paling membebani pasar saat ini adalah kinerja mata uang Rupiah yang sempat terpuruk hingga ke level 17.330, sebelum akhirnya mengurangi kerugiannya dan ditutup melemah di level 17.275 per Dolar AS.
Tekanan Rupiah kian memburuk dikala harga minyak mentah dunia kembali lanjutkan kenaikan. Pada sesi perdagangan sore ini, harga minyak mentah dunia ditransaksikan naik di level $114 per barel.
Tidak ubahnya dengan Rupiah, harga emas juga mengalami pelemahan di level US$4.560 per ons troy, atau sekitar Rp2,54 juta per gram.
“Ketidakpastian kembali mencuat ditengah kenaikan harga minyak mentah yang membuat pasar khawatir akan prospek suku bunga yang cenderung naik,” kata Gunawan. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Rupiah Tembus 17.330"
Posting Komentar