Rupiah dan IHSG Melemah, Harga Emas Naik Lagi
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan akhir pekan, Rupiah mengalami tekanan dan ditutup di level 16.960 per Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan – Mata uang Rupiah diperdagangkan melemah mendekati level psikologis 17.000 per Dolar AS. Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke level 16.960 per Dolar AS.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,94% di level 7.097,057, dan diperdagangkan di zona merah selama seharian.
Sejumlah saham yang turut membukukan pelemahan dan mendorong koreksi pada IHSG diantaranya adalah BBCA, BBRI, BMRI, BBNI hingga TLKM. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar terpantau kompak alami penurunan.
Kinerja IHSG ini menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, sedikit bertolak belakang dibandingkan dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang masih mampu membukukan penguatan pada sesi penutupan perdagangan.
Meski demikian, hal ini dinilainya wajar setelah IHSG juga menguat di hari Rabu, meskipun pasar justru melihat IHSG berpotensi turun menyesuaikan koreksi yang terjadi pada bursa di Asia.
“Selain itu, kabar mengenai tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz sejauh ini memang dikaitkan dengan koreksi yang terjadi pada IHSG di akhir pekan ini,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (27/3/2026).
Sementara itu harga minyak mentah dunia terus menanjak naik, yang pada dasarnya juga menjadi sentimen negatif pasar pada perdagangan hari ini.
Harga minyak jenis Brent naik dikisaran US$109,7 per barel pada sesi perdagangan sore. Namun harga emas justru mengalami kenaikan di level US$4.432 per ons troy. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah dan IHSG Melemah, Harga Emas Naik Lagi"
Posting Komentar