Awal Pekan, Pasar Keuangan masih Alami Tekanan Besar
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 1,61% di level 7.022.288.lensamedan-istLensaMedan - Harga minyak mentah dunia jenis Brent masih bertahan di atas US$100 per barel. Pernyataan Presiden AS yang mengancam akan menyerang infrastruktur pendukung kegiatan ekspor minyak Iran, membuat harga minyak mentah dunia bertahan mahal sejauh ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kinerja harga minyak mentah dunia yang mengalami penguatan masih membebani kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun Rupiah.
Mata uang Rupiah pada sesi perdagangan hari ini ditutup melemah ke level 16.985 per Dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung Dolar sempat beberapa kali mencoba untuk menembus level Rp17.000, namun banyak tertahan di level Rp16.995.
Sementara IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 1,61% di level 7.022.288. Level psikologis 7.000 menjadi level bertahan IHSG dari tekanan. Secara teknikal level ini berpeluang membuat IHSG tertahan dari tekanan hebat bursa saham global.
“Sentimen negatif pasar keuangan pada hari ini tidak terlepas dari perang yang masih berlangsung di Timur Tengah, meskipun dari beberapa data ekonomi eksternal justru merealisasikan angka yang pada dasarnya menjadi kabar positif bagi kinerja pasar,” ujar Gunawan di Medan, Senin (16/3/2026).
Terpisah harga emas dunia juga tertahan dikisaran level US$5.000 per ons troy, atau masih sekitar Rp2,75 juta per gramnya.
Harga emas disebut Gunawan masih mampu bertahan dari tekanan besar yang diakibatkan oleh kenaikan harga komoditas energi.
Untuk sementara waktu pelaku pasar akan mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak mentah tersbeut terhadap kebijakan moneter Bank Sentral di dunia.
“Namun dalam jangka menengah – panjang, jika nantinya sentimen pemicu kenaikan harga minyak berakhir dan harga minyak berada di level keseimbangan baru, maka sentimen kenaikan harga komoditas energi berpeluang menjadi kabar baik bagi harga emas,” tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Awal Pekan, Pasar Keuangan masih Alami Tekanan Besar"
Posting Komentar