IHSG dan Rupiah Terkoreksi, Harga Emas Menjulang Dekati US$4.600 per Ons
Grafik pergerakan IHSG, Senin (12/1/2026). Pada perdagangan hari ini, IHSG tak mampu mempertahankan kinerja positif hingga akhirnya ditutup di zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Setelah sempat bertahan di zona hijau pada sei perdagangan pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 0,58% di level 8.884,723.
IHSG pada perdagangan hari ini kembali gagal ditutup di atas level 9.000.Meskipun sempat menyentuh level tersebut, namun IHSG justru berbalik dan mengalami tekanan jual yang signifikan di sesi perdagangan kedua.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai penurunan itu tidak lebih dari aksi profit taking pelaku pasar setelah belakangan IHSG berkonsolidasi dikisaran 9.000 untuk waktu yang sangat lama.
"Ini koreksi yang sehat," ujar Gunawan di Medan, Senin (12/1/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah tetap bertahan di zona merah dan ditutup melemah di kisaran 16.825 per Dolar AS.
Gunawan menyebut, kombinasi dari kekhawatiran inflasi AS yang diproyeksikan naik, tensi geopolitik yang kian memanas dan memicu ketidakpastian menjadi akar melemahnya mata uang Rupiah.
Padahal data penjualan ritel tanah air pada bulan November 2025 sebesar 6,3% secara tahunan (y-o-y).
"Semestinya data tersebut mampu meredam tekanan yang terjadi pada pasar keuangan di hari ini," sebut Gunawan.
Terpisah harga emas dunia kembali cetak rekor tertinggi baru di level US$4.592 per ons troy.
Harga emas dunia ditransaksikan dikisaran harga Rp2,5 juta per gram.
Kondisi ekonomi global tengah memburuk ditengah ketidakjelasan kondisi politik global saat ini.
Sekalipun inflasi AS berpotensi naik, nyatanya harga emas masih menikmati keuntungan dari ketidakstabilan politik. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Terkoreksi, Harga Emas Menjulang Dekati US$4.600 per Ons"
Posting Komentar