Ketidakpastian Kebijakan Moneter the Fed Mencuat, Emas Menguat
Seorang pegawai Bank Syariah Indonesia menunjukkan kepingan logam mulia. Pada perdagangan hari ini, emas ditransaksikan stabil cenderung naik.lensamedan-istDalam risalah The Fed (FOMC minutes), disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menunjukan bahwa pendapat mengenai rencana pemangkasan bunga acuan terbelah.
Dan pergerakan harga emas mencerminkan bahwa arah kebjakan bunga acuan The Fed kedepan masih memungkinkan untuk dipangkas.
Harga emas saat ini ditransaksikan dikisaran angka Rp2,2 juta per gram, dengan arah pergerakan yang belum pasti.
"Sehingga dalam jangka pendek volatilitas harga emas akan lebih banyak digerakkan oleh data ekonomi AS yang berpeluang memicu volatilitas emas dalam jangka pendek," ujar Gunawan di Medan, Kamis (20/11/2025).
Sementara itu, setelah FOMC minutes sebelumnya, kinerja USD Index terpantau bergerak naik ke level 100.12, yang berpeluang memicu tekanan besar pada mata uang Rupiah.
Meskipun pada perdagangan kemarin mata uang Rupiah diuntungkan dari kebijakan BI yang menahan besaran bunga acuan.
Namun terbelahnya sikap The Fed tetap berpotensi menjadi ancaman bagi Rupiah.
Mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah di level 16.745 per Dolar AS, dan berpeluang ditransaksikan dalam rentang 16.670 hingga 16.750 pada hari ini.
Di sisi lain, kata Gunawan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stabil cenderung menguat di level 8.449, dan berpeluang ditransaksikan dalam rentang 8.430 hingga 8.470.
"Kinerja IHSG masih berpeluang untuk berada di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung, ditengah pergerakan bursa Asia yang bergerak menguat," pungkasnya. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Ketidakpastian Kebijakan Moneter the Fed Mencuat, Emas Menguat "
Posting Komentar