Cegah Stunting, AIMI Dampingi 100 Ibu Hamil Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan


Lensamedan - Kabupaten Deliserdang menjadi salah satu lokus pencegahan stunting  yang dipilih Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumatera Utara (Sumut). 

Selama 1 tahun, AIMI melakukan sejumlah upaya pencegahan lewat program peduli generasi emas yang  dilaksanakan di Desa Marendal II Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. 

Program  yang resmi ditutup Jumat (26/11/2021) ini didukung oleh CSR PLN Peduli dari PT. PLN Persero Unit Induk wilayah Sumut sebagai model dan harapannya dapat direplikasi ke daerah lain.

Tujuan dari program ini untuk mencegah stunting dengan pendampingan kesehatan anak di bawah usia 2 tahun terutama mendampingi 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini diwujudkan melalui kehamilan yang sehat, pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif dan ASI hingga dua tahun, dan intervensi gizi dengan pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang berkualitas.

Ketua AIMI Sumut, RA Dwi Pujiastuti mengatakan, program ini telah menjangkau 100 ibu hamil melalui kelas dampingan ibu hamil sehat dan kelas ibu menyusui bahagia. Selain itu, 120 ibu yang memiliki anak dibawah usia 2 tahun melalui intervensi gizi berupa dukungan pemberian makanan tambahan balita dan peningkatan pelayanan di posyandu. Di samping itu, ada juga pendampingan melalui kelas ayah ASI serta peningkatan kapasitas kader-kader kesehatan masyarakat. 

AIMI sangat mengapresiasi dukungan dari pihak desa, kecamatan, dan CSR PLN Peduli. Harapannya, desa ini menjadi inspirasi bagi desa lain untuk pencegahan stunting di masyarakat,” ujar Dwi dalam kegiatan penutupan yang digelar di Kantor Desa Marendal II Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. 

Pada kesempatan itu, Camat Patumbak,  Syahdin Setia Budi Pane  menyebutkan kalau program menyusui ini bukan hal yang baru. Tetapi dengan adanya program dari CSR PLN Peduli bersama dengan AIMI Sumut membawa semangat baru dengan pendampingan yang langsung menyentuh kepada ibu menyusui.

Program ini tidak berakhir, tetapi terus bergulir, harapannya dengan dukungan yang lebih besar lagi dari berbagai pihak,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Marindal II, Ufri Antono, mengatakan bahwa kegiatan yang telah berlangsung dan ilmu yang telah diberikan tidak pernah berakhir dari desa ini, tetapi akan terus dilanjutkan agar desa Marindal II dapat menjadi yang terdepan.

Hari ini diberikan penghargaan atas kinerja kader posyandu dan juga ibu-ibu yang telah berhasil merubah perilaku menyusui menunjukkan bukti nyata dari program setahun ini.

“Penguatan kepada kader tetap diharapkan oleh pihak Desa dan akan melibatkan AIMI kedepannya,” kara Ufri.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Penyebab stunting berbagai hal seperti kondisi ekonomi dan sosial, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan asupan gizinya. Sebanyak 3 dari 10 anak di Sumut mengalami stunting.

Permasalahan stunting terjadi mulai dari kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar pertumbuhan. Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. (*)



(Deliserdang) 





Belum ada Komentar untuk "Cegah Stunting, AIMI Dampingi 100 Ibu Hamil Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan"

Posting Komentar

Pemko Medan Ajak Pemprov Sumut dan Unsur Lainnya Berkolaborasi Atasi banjir Rob

Lensamedan - Guna mengatasi permasalahan banjir rob yang ada Medan bagian Utara, terutama Kecamatan Medan Belawan, Pemko Medan berencana aka...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel