Data Penjualan Ritel Terkontraksi, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
LensaMedan - Setelah sempat menguat di sesi pembukaan perdagangan, IHSG berbalik arah dan mayoritas ditransaksikan di zona merah selama sesi perdagangam berlangsung.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk hingga ke level 6.230 sebelum akhirnya ditutup melemah 1,3% di level 6.267,88.
Seiring dengan pelemahan IHSG, mata uang Rupiah juga alami pelemahan terhadap Dolar AS.
Rupiah bertahan di zona merah sejak awal pembukaan perdagangan, sebelum akhirnya ditutup melemah di level 18.020 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, harga minyak mentah dunia yang kembali naik mengakibatkan pasar kembali mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga minyak mentah tersebut terhadap beban fiskal di tanah air.
Pada sesi perdagangan sore, harga minyak mentah dunia jenis Brent ditransaksikan di kisaran $87,3 per barel.
IHSG dan Rupiah mengalami keterpurukan sejalan dengan memburuknya ketegangan di Timur Tengah.
"Negosiasi damai antara AS dengan Iran masih jauh dari harapan, terlebih Iran belakangan ini mengajukan 6 syarat untuk kembali membuka Selat Hormuz yang dikhawatirkan tidak akan dipenuhi oleh AS," ujar Gunawan di Medan, Selasa (11/8/2026).
Selain harga minyak mentah, tekanan pada pasar keuangan domestik juga dipicu oleh memburuknya rilis data penjualan ritel tanah air.
Pada bulan Juni data penjualan ritel terkoreksi 3% secara tahunan yang menggambarkan tekanan pada belanja masyarakat.
Ditambah lagi pelaku pasar tengah tengah cemah jelang keputusan lembaga pemeringkat saham seperti FTSE dan MSCI di bulan ini.
Terpisah harga emas dunia kembali terkoreksi di kisaran harga US$4.387 per ons troy, atau sekitar Rp2,5 juta per gram. Harga emas turun seiring memburuknya tensi geopolitik. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Data Penjualan Ritel Terkontraksi, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah"
Posting Komentar