Selat Hormuz akan Dibuka, IHSG Dibuka Menguat, Tapi Rupiah Masih Bertahan Melemah
Grafik pergerakan IHSG.Pada perdagangan Senin (25/5/2026), IHSG dibuka menguat di level 6.187.Kabar baik tentang akan dibukanya Selat Hormuz menjadi katalis positif.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan dibuka menguat di level 6.187. Penguatan IHSG ini sejalan dengan kinerja bursa saham di Asia yang mayoritas diperdagangkan menguat.
Kabar baik yang datang dari Presiden AS yang memberikan pernyataan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan konstruktif memunculkan harapan akan dibukanya Selat Hormuz Kembali menguat.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kabar akan kembali dibukanya Selat Hormuz telah menekan harga minyak mentah dunia yang turun ke level US$92 untuk jenis WTI dan US$99 per barel untuk jenis Brent.
“Pelemahan harga minyak mentah menjadi kabar baik bagi kinerja pasar keuangan domestic, kecuali terhadap mata uang Rupiah yang pada perdagangan awal pekan ini ditransaksikan melemah ke level 17.710 per Dolar AS,” ujar Gunawan di Medan, Senin (25/5/2026).
Sentimen terpilihnya Gubernur Bank Sentral AS yang baru sejauh ini masih menjadi kabar buruk bagi Rupiah. Senat AS menyetujui penganggkatan Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell.
Keputusan ini dinilai Gunawan membuat pasar lebih melihat kecenderungan kebijakan The Fed yang bernada dovish kedepan.
Meski demikian data-data ekonomi yang belakangan ini terealisasi tetap membuka peluang The Fed sulit menghindari kebijakan bunga tinggi. Setidaknya The Fed untuk sementara waktu tetap mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya. Karena kenaikan harga minyak mentah dunia telah mendorong kenaikan laju tekanan inflasi di AS.
Di sisi lain, terpilihnya Kevin Warsh justru menekan kinerja USD Index ke level 99.02 pada pagi ini. Seakan menunjukan bahwa tren kebijakan The Fed kedepan memang lebih bernada dovish dibandingkan dengan sebaliknya.
“Namun sayang USD Index yang melemah belum menjadi kabar baik bagi mata uang Rupiah,” sebut Gunawan.
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.567 per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gram.
Kabar dari Selat Hormuz yang akan dibuka menjadi sentimen positif bagi harga emas. Harapan kebijakan penurunan bunga acuan ditambah dengan potensi penurunan inflasi mencuat dan mendorong kenaikan harga emas. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Selat Hormuz akan Dibuka, IHSG Dibuka Menguat, Tapi Rupiah Masih Bertahan Melemah "
Posting Komentar