BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga Acuan, IHSG dan Rupiah Alami Pelemahan
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/4/2026), IHSG dibuka di zona merah.lensamedan-istIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka melemah pada sesi pembukaan perdagangan di level 7.528 meski kemudian menguat dan bergerak ke zona hijau.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sejumlah sentimen eskternal seperti tensi geopolitik masih menjadi isu utama yang membuat IHSG sulit untuk menguat, ditambah dengan sikap MSCI yang masih menunda rebalancing saham Indonesia pada Mei 2026.
Sementara itu ketegangan di Timur Tengah memburuk ditengah ketidakpastian negosiasi antara Iran dengan AS.
“Dikabarkan bahwa AS memperpanjang gencatan senjata yang memicu ketidakpastian. Dan pasar sendiri juga dibanjiri informasi dari kedua belah pihak yang seperti setengah hati untuk melanjutkan negosiasi putaran kedua,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (22/4/2026).
Memburuknya sentimen eksternal dikatakan Gunawan juga telah mendorong pelemahan pada mata uang Rupiah melemah pada perdagangan hari ini. Kinerja Rupiah pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan melemah ke level 17.165 per Dolar AS.
Selain persaoalan geopolitik, sentimen negatif terhadap Rupiah datang dari USD Index yang alami kenaikan ke level 98,33.
Pelaku pasar pada hari ini juga tengah menanti kebijakan moneter Bank Indonesia yang akan memutuskan besaran bunga acuannya. Sejauh ini diperkirakan bunga acuan Bank Indonesia akan dipertahankan di kisaran level 4,75%.
Eskepektasi tersebut telah mempertimbangkan beberapa indikator yang membuat ruang kebijakan moneter BI belakangan ini menyempit.
“Tekanan fiskal dan pelemahan mata uang Rupiah menjadi alasan utama dimana Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan besaran bunga acuannya,” katanya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.757 per ons troy, atau sekitar Rp2,63 juta per gram. Ketidakpastian keberlanjutan negosiasi Iran – AS menjadi isu utama yang menekan harga emas sejauh ini. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga Acuan, IHSG dan Rupiah Alami Pelemahan"
Posting Komentar