Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi Sejak Perang Iran – AS, Harga Emas Justru Naik

Seorang pedagang menunjukkan logam mulia. Pada perdagangan Senin (30/3/2026), harga emas kembali merangkak naik, meski harga minyak dunia juga bertahan mahal di level US$115 per barel.lensamedan-ist

LensaMedan - Kinerja bursa saham di Asia yang berhasil berbalik arah dengan ditutup menguat setelah sempat melemah di sesi pertama perdagangan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengurangi kerugiannya, setelah sempat terpuruk hingga ke level 6.945. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan, IHSG akhirnya mampu ditutup melemah tipis 0,08% di level 7.091,67 pada awal pekan ini. Sejumlah emiten besar yang tetap berada di zona merah saat penutupan diantaranya adalah BBCA, BBRI, BBNI, BMRI hingga TLKM. 

Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah ke level 16.985 per Dolar AS, disaat kinerja USD Index menguat ke level 100,2. Rupiah tetap berada di zona merah, dan bahkan sempat melemah hingga ke level 16.993 per Dolar AS pada hari ini.

“Dengan level Rupiah tersebut, bisa saja Rupiah ditransaksikan di kisaran 17 ribu per Dolar  AS pada harga offer,” sebut Gunawan di Medan, Senin (30/3/20026). 

Di sisi lain, kata Gunawan, harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.530 per ons troy. Harga emas dunia naik justru disaat harga minyak mentah dunia bertahan dikisaran level US$115 per barel pada sesi perdagangan sore ini.

Tidak seperti biasanya dimana harga emas relatif mengalami tekanan saat harga minyak mentah dunia alami kenaikan. Pada hari ini harga emas bergerak anomali dengan kecenderungan menguat disaat harga minyak justru mencetak rekor tertinggi setelah perang Iran – AS dengan Israel. 

Secara fundamental emas memang banyak ditopang oleh sentimen positif. Namun terkadang kerap alami tekanan saat pasar mengkuatirkan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi.

“Anomali yang terjadi pada harga emas di awal pekan ini membuktikan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia tidak selamanya akan menekan harga emas. Akumulasi emas oleh Bank Sentral bisa saja menjadi sentimen yang sangat mungkin menjadi pendorong kenaikan harga emas sejauh ini,” tutup Gunawan. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi Sejak Perang Iran – AS, Harga Emas Justru Naik"

Posting Komentar

Lemahnya Tata Kelola Data Nasional Dampak dari Ego Sektoral Antar-Lembaga

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo saat Rapat Panja RUU Pemerintah Aceh di Ruang Rapat Baleg, Gedung Parlemen, Senayan, ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel