Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat, Harga Emas Bertahan Stabil
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan hari ini, IHSG mampu mempertahankan kinerja positif dengan berhasil ditutup menguat 1,24% di level 8.131.738.lensamedan-istLensaMedan – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di perdagangan Selasa (10/2/2026) masih menunjukkan tren positif denngan ditutup menguat di level 16.790 per Dolar AS.
Penguatan yang terjadi jelang rilis sejumlah data penting AS ini turut mendorong penguatan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 1,24% ke level 8.131,738, setelah sempat terkoreksi pada sesi perdagangan pagi dan sempat menyentuh level terendahnya 8.011.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah emiten seperti BUMI, BMRI, BBRI, TLKM hingga ASII. Tercatat ada 556 saham yang naik dan 144 saham alami penurunan.
Menguatnya mayoritas bursa saham di Asia yang dipengaruhi minimnya sentiment pasar di Kawasan Asia menjadi pendorong penguatan kinerja IHSG dan juga Rupiah pada perdagangan hari ini,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (10/2/2026).
Gunawan menyebutkan, pada perdagangan besok, pelaku pasar selanjutnya akan terfokus kepada sejumlah rilis data ekonomi penting AS, yang berpotensi merubah pergerakan kinerja pasar keuangan.
Sejauh ini spekulasi berpihak pada kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga berpeluang memberi ruang bagi IHSG maupun Rupiah untuk menguat.
Dan jika rilis data tersebut benar-benar mendukung adanya kemungkinan pemangkasan bunga acuan dalam waktu dekat, maka harga emas dunia berpotensi untuk kembali melanjutkan tren penguatannya.
“Pada perdagangan sore ini harga emas masih bertahan stabil dikisaran level $5.046 per ons troy, atau sekitar Rp2,73 juta per gram,” tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat, Harga Emas Bertahan Stabil"
Posting Komentar