November 2025, Penduduk Bekerja di Sumut Turun 5 Ribu Orang
Seorang buruh tani di Desa Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, sedang memetik cabai. Pada November 2025, sektor pertanian termasuk dalam 3 sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.lensamedan-juli simanjuntakSebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 8,416 juta orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebesar 3,281 juta orang.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan, pada November 2025, komposisi angkatan kerja terdiri dari 7,971 juta orang penduduk yang bekerja dan 445 ribu orang pengangguran.
“Apabila dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja menurun sebanyak 8 ribu orang, penduduk bekerja turun sebanyak 5 ribu orang, sementara pengangguran turun sebanyak 3 ribu orang,” ujar Asim di Medan, Kamis (5/2/2026).
Asim menjelaskan, berdasarkan hasil Sakernas November 2025, ada tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 32,11%; Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 19,91%; dan Industri pengolahan sebesar 9,27%.
Pola lapangan pekerjaan dalam menyerap tenaga kerja ini masih sama dengan Agustus 2025.
Dibandingkan Agustus 2025, dari 17 kategori lapangan usaha sebanyak 9 lapangan usaha mengalami kenaikan sedangkan 8 lainnya mengalami penurunan.
Peningkatan penduduk bekerja terbesar pada lapangan pekerjaan Pendidikan (32 ribu orang); Aktivitas Keuangan dan Asuransi (27 ribu orang); dan Pertambangan dan Penggalian (20 ribu orang).
“Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja paling besar adalah Pertanian (34 ribu orang); Aktivitas Jasa Lainnya ( 27 ribu orang); dan Treatment Air, Sampah, dan Daur Ulang (24 ribu orang),” jelasnya.
Ditambahkan Asim, pada November 2025, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 37,72%, sementara yang paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar yaitu sebesar 4,32%.
Dibandingkan Agustus 2025, penduduk bekerja dengan status Pekerja Keluarga/Tak dibayar dan Pekerja Bebas di Non Pertanian, mengalami kenaikan tertinggi masing-masing sebesar 1,00% poin dan 0,57% poin.
Status pekerjaan lainnya mengalami penurunan dengan penurunan terbesar pada penduduk bekerja dengan status Buruh/Karyawan/Pegawai yaitu sebesar 0,69% poin.
Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan Formal dan Informal.
Penduduk yang bekerja di kegiatan Formal mencakup penduduk bekerja dengan status Berusaha dengan dibantu buruh tetap/dibayar dan Buruh/karyawan/pegawai, sedangkan sisanya dikategorikan sebagai kegiatan Informal (Berusaha sendiri, Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, Pekerja bebas, dan Pekerja kelurga/tak dibayar).
Pada November 2025, penduduk yang bekerja pada kegiatan Informal sebanyak 4,62 juta orang (57,96%), sedangkan yang yang bekerja pada kegiatan Formal sebanyak 3,35 juta orang (42,04%).
“Jika dibandingkan Agustus 2025, persentase penduduk bekerja pada kegiatan Formal mengalami penururan sebesar 0,70% poin,” lanjutnya.
Jika dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, maka pada November 2025, distribusi penduduk bekerja didominasi oleh tamatan SMA, yaitu sebesar 30,15%. Sementara yang paling sedikit yaitu penduduk bekerja tamatan Diploma I/II/IIIsebesar 2,24%.
Dibandingkan dengan Agustus 2025, penduduk bekerja berpendidikan Universitas mengalami peningkatan persentase terbesar yaitu sebesar 0,72% poin. Persentase penduduk bekerja dengan pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Dasar mengalami penurunan sebesar 0,03% poin dan 1,13% poin. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "November 2025, Penduduk Bekerja di Sumut Turun 5 Ribu Orang"
Posting Komentar