Pelaku Pasar Ambil Posisi Wait and See, Emas dan IHSG Naik Terbatas
Grafik pergerakan IHSG.Pada perdagangan hari ini, IHSG masih belum mampu ditutup menembus level 9.000.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kesulitan untuk ditutup menembus level 9.000.
Kinerja IHSG kerap mengalami tekanan jika mendekati level tersebut.Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, selama sesi perdagangan akhir pekan ini, IHSG ditransaksikan di level 8.981 sebagai level tertingginya.
IHSG sempat terkoreksi dan menyentuh level terendahnya 8.908, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 0,13% di level 8.936,754.
Sejumlah emiten yang turut membantu IHSG ditutup di zona hijau diantaranya adalah BUMI, ANTM, BBCA, DEWA hingga KIJA.
"IHSG masih mampu menguat terdorong oleh membaiknya kebanyakan bursa saham di Kawasan Asia," ujar Gunawan di Medan, Jumat (9/1/2026).
Memburuknya rilis data indeks kepercayaan konsumen di level 123,5 tanah air tidak lantas membuat IHSG terbenam di zona merah.
Namun data indeks kepercayaan konsumen di tanah air cukup berpengaruh menekan kinerja mata uang Rupiah.
Pada perdagangan hari ini Rupiah ditutup melemah ke level 16.795 per Dolar AS setelah sempat menyentuh level terendah dikisaran 16.845 per Dolar AS.
Rupiah mengalami tekanan seiring dengan kabar defisit APBN yang nyaris menyentuh 3% dari PDB, atau dikisaran 2,9% dari PDB.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat di kisaran level US$4.471 per ons troy. Jika dirupiahkan, harga emas ditransaksikan dikisaran Rp2,42 juta per gramnya.
Harga emas dunia ditransaksikan relatif stabil seiring dengan minimnya sentimen pasar pada hari ini.
"Saya menilai pelaku pasar masih mengambil sikap wait and see seraya menanti data penting serta perkembangan geopolitik," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pelaku Pasar Ambil Posisi Wait and See, Emas dan IHSG Naik Terbatas "
Posting Komentar