Kemdiktiksaintek-BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, berfoto bersama Kepala BRIN, Arif Satria, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, sains, dan teknologi serta pendidikan tinggi di Indonesia, di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie BRIN, Rabu (4/2/2026).lensamedan-istLensaMedan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktiksaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, sains, dan teknologi serta pendidikan tinggi di Indonesia.
Penandatangan MoU antara kedua belah pihak dilakukan di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie BRIN, Rabu (4/2/2026).Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemdiktiksaintek dan BRIN merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan peningkatan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan MoU ini juga dinilai sebagai momentum untuk lebih memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan erat antara berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan lembaga-lembaga riset.
“Saya yakin ini akan memperkuat langkah kita dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk upaya menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan belajar dari pengalaman negara lain seperti Jepang. Kolaborasi adalah kunci, melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan, riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Mendiktisaintek.
Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan Nobel Laureate Lecture dengan menghadirkan ilmuwan terkemuka asal Jepang, peraih nobel di Bidang Kimia Tahun 2025, Prof. Susumu Kitagawa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem riset nasional yang terintegrasi dengan jejaring riset global.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa Nobel Laureate Lecture menjadi ruang penting untuk mempertemukan sains fundamental dengan kebutuhan pembangunan.
Penelitian Prof. Susumu Kitagawa di bidang Metal-Organic Framework (MOF) dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi riset internasional.
MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG).
Teknologi ini dinilai sejalan dengan upaya nasional mengurangi ketergantungan pada energi impor serta mendorong pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih ramah lingkungan.
Dukungan terhadap kolaborasi riset ini juga disampaikan oleh Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru.
Ia menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam penguatan kapasitas riset serta pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi riset, pendidikan, dan pertukaran sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Myochin Mitsuru.
Melalui penandatanganan MoU ini, Kemdiktiksaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan riset, sains, teknologi, dan inovasi melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset dan inovasi Indonesia sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)
(Banten)
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa Nobel Laureate Lecture menjadi ruang penting untuk mempertemukan sains fundamental dengan kebutuhan pembangunan.
Penelitian Prof. Susumu Kitagawa di bidang Metal-Organic Framework (MOF) dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi riset internasional.
MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG).
Teknologi ini dinilai sejalan dengan upaya nasional mengurangi ketergantungan pada energi impor serta mendorong pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih ramah lingkungan.
Dukungan terhadap kolaborasi riset ini juga disampaikan oleh Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru.
Ia menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam penguatan kapasitas riset serta pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi riset, pendidikan, dan pertukaran sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Myochin Mitsuru.
Melalui penandatanganan MoU ini, Kemdiktiksaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan riset, sains, teknologi, dan inovasi melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset dan inovasi Indonesia sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)
(Banten)
Belum ada Komentar untuk "Kemdiktiksaintek-BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi "
Posting Komentar