Iran–AS Masih Memanas, Harga Emas Diproyeksikan Tetap Naik

Seorang pegawai BSI menunjukkan kepingan logam mulia. Pada perdagangan pekan depan, harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikan.lensamedan-ist

LensaMedan - Setelah sempat terpuruk cukup dalam hingga ke level US$4.640-an per ons troy pada awal hingga pertengahan pekan sebelumnya, harga emas dunia kembali naik dipicu oleh sejumlah kabar genting antara Iran dengan AS.

Di akhir pekan harga emas dunia ditransaksikan dikisaran US$4.968 per ons troy, atau kembali mendekati level psikologis US$5.000 per ons troy ditengah ketidakpastian geopolitik yang kian memburuk.

Iran dan AS belum mencapai kesepakatan apapun, dan masih menyisakan kemungkinan pertemuan lanjutan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Analis keuangan Sumatra Utara. Gunawan Benjamin, Meskipun belum terlihat sama sekali adanya kemungkinan kata sepakat dari kedua negara tersebut dalam waktu dekat, pasar saat ini lebih dikhawatirkan dengan kemungkinan perang yang akan pecah antara kedua negara.

"Sehingga membuat harga emas berbalik arah, setelah sebelumnya emas sempat turun ditengah rencana pertemuan antara AS dengan Iran di Oman,"  ujar Gunawan di Medan, Minggu (8/2/2026).

Membaiknya harga emas menurut Gunawan juga dipicu oleh memburuknya kinerja perekonomian AS.

Data sektor ketenagakerjaan AS memburuk, yang kemudian mendorong spekulasi kemungkinan pemangkasan bunga acuan The Fed di tahun ini.

Klaim pengangguran awal mencapai 231 ribu pada bulan Januari di AS.

"Data ketenagakerjaan menjadi data yang kerap dijadikan acuan untuk memproyeksikan arah kebijakan moneter AS kedepan, sehingga harga emas mendapatkan topangan penguatan dari memburuknya data ekonomi AS, serta tensi geopolitik yang belum mereda," sebutnya.

Gunawan memproyeksikan emas masih memiliki potensi untuk menguat hingga ke level US$5.750 per ons troy di tahun ini.

Jika tensi geopolitik memburuk, maka harga emas memiliki kesempatan untuk menguat lebih cepat, dibandingkan dengan mengandalkan data ekonomi yang kinerjanya mengalami pelemahan.

"Belum ada alasan bagi emas sejauh ini untuk berbalik turun sejauh ini," kata Gunawan.

Jika dirupiahkan, lanjut Gunawan, harga emas berpeluang naik dalam rentang Rp3,2 hingga Rp3,4 juta per gram di tahun 20226 saat situasi politik memanas.

Sejauh ini harga emas masih ditransaksikan dikisaran Rp2,6 hingga Rp2,8 juta per gram.

"Potensi penguatan masih ada, dan saya menyarankan agar masyarakat tetap melakukan update terhadap situasi politik global, dan tetap memegang emas di situasi sekarang ini," kata Gunawan mengakhiri. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Iran–AS Masih Memanas, Harga Emas Diproyeksikan Tetap Naik"

Posting Komentar

Sosialisasi 4 Pilar, Sofyan Tan Dorong Keadilan bagi Guru dan Sekolah

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, berfoto bersama  kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kota...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel