IHSG dan Rupiah Melemah, Emas Bertahan di Harga US$5.060 per Ons
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (12/2/2026), IHSG tak mampu bangkit dari tekanan dan akhirnya ditutup melemah 0,31% di level 8.265,352.lensamedan-istKinerja IHSG ditutup melemah setelah selama sesi perdagangan berlangsung ditransaksikan dalam rentang 8.220 hingga 8.334.
Sejumlah emiten yang turut memicu terjadinya koreksi IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah PGAS, AALI, ITMG, BBRI hingga BBCA.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelemahan IHSG juga terjadi di saat kinerja mata uang Rupiah melemah ke level 16.810 per Dolar AS.
"Tekanan yang dialami oleh IHSG dan Rupiah didominasi oleh membaiknya data ekonomi AS yang memungkinkan terjadinya kebijakan moneter ketat Bank Sentral AS atau The Fed," ujar Gunawan di Medan, Kamis (12/2/2026).
Di akhir pekan nanti, pelaku pasar akan kembali disajikan data penting inflasi.
Data tersebut menurut Gunawan berpeluang mereduksi spekulasi yang berkembang atau justru kian mengukuhkan bahwa pasar akan kembali diyakinkan bahwa pemangkasan bunga acuan bisa saja tidak jadi dilakukan.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan stabil di kisaran level US$5.060 per ons pada perdagangan hari ini.
Emas relatif bertahan di angka yang sama setelah sempat tertekan setelah rilis data ekonomi AS. Harga emas terlihat lebih stabil meskipun tengah terjadi pergeseran arah kebijakan moneter.
Meski demikian, data inflasi dan klaim pengangguran AS masih menyisakan arah pergerakan di akhir pekan nanti. Situasinya bisa saja berubah dan akan sangat tergantung dari realisasi data yang disajikan.
"Secara fundamental harga emas yang sejauh ini ditransaksikan sekitar Rp2,75 juta per gram masih berpeluang untuk menguat," tutupnya. (juli simanjuntak)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Melemah, Emas Bertahan di Harga US$5.060 per Ons"
Posting Komentar