IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat, Harga Emas Bertahan Mahal
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (9/2/2026), IHSG ditutup menguat 1,22%.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat tajam 1,22% di level 8.031,874.
Kinerja IHSG ditransaksikan menguat ditengah membaiknya kinerja mayoritas bursa saham di Asia secara keseluruhan.Analis keuangan Sumatra Utara. Gunawan Benjamin, mengatakan, kinerja IHSG terdorong sentimen penguatan bursa saham di Asia, dimana sentimen negatif penurunan outlook rating credit tanah air sudah mulai memudar.
"Selain itu, data indeks kepercayaan konsumen tanah air yang naik menjadi 127 pada bulan Januari juga turut menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik," ujar Gunawan di Medan, Senin (9/2/2026).
Selain IHSG, mata uang Rupiah juga ditutup menguat di level 16.795 per Dolar AS.
Gunawan menyebut, membaiknya sentimen ekonomi di tanah air, ditambah dengan memburuknya sejumlah indikator keuangan AS membuat Dolar AS cenderung mengalami pelemahan.
Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan stabil dikisaran angka US$5.015 per ons troy pada perdagangan sore, atau sekitar Rp2,72 juta per gram.
Kinerja harga emas relatif stabil ditengah kekhawatiran akan kemungkinan tensi geopolitik yang memburuk antara AS dengan Iran.
Sejauh ini pelaku pasar dikatakan Gunawan lebih mengambil sikap wait and see hingga nantinya ada kesepakatan antara kedua negara.
Tensi geopolitik yang memburuk belakangan ini telah memicu terjadinya peningkatan pembelian emas yang dilakukan oleh Bank Bank Sentral di dunia.
Ketidakpastian situasi politik dan ekonomi kedepan memaksa banyak Bank Sentral lebih memilih emas sebagai cadangannya.
"Ini hal yang wajar dilakukan saat ketidakpastian ekonomi yang meningkat ditengah ancaman perang," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat, Harga Emas Bertahan Mahal"
Posting Komentar