IHSG dan Emas Dibuka Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Di perdagangan sesi pertama Jumat (13/2/2026), IHSG berada di zona merah sejalan dengan pelemahan di bursa Asia.lensamedan-istLensaMedan - Data klaim pengangguran awal atau initial Jobless claims AS mengalami peningkatan menjadi 227 ribu, atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar 222 ribu.
Data pengangguran tersebut memburuk, ditambah dengan melemahnya data penjualan perumahan AS pada bulan Januari. Dimana penjualan melambat secara tahunan dan terkontraksi 8,4% secara bulanan.Data AS tersebut dikatakan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyeret pelemahan pada imbal hasil US Treasury 10 tahun ke kisaran 4,15%.
Selain itu kinerja USD Index terpantau bergerak volatile dalam rentang 96,6 hingga 96,9 di sesi perdagangan pagi ini.
Dolar AS kembali berpeluang alami tekanan dan menjadi momen positif bagi Rupiah untuk menguat terhadap Dolar AS.
Pada sesi perdagangan pagi, Rupiah terpantau stabil di kisaran level 16.810 per Dolar AS.
"Kinerja Rupiah diproyeksikan akan berada dalam rentang 16.780 hingga 16.830 selama sesi perdagangan berlangsung," ujar Gunawan di Medan, Jumat (13/2/2026).
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.240, menyusul koreksi yang terjadi pada mayoritas bursa saham yang ada di Asia.
Selain IHSG, harga emas dunia juga kembali mengalami tekanan ditengah rilis data ekonomi AS yang memburuk.
Meski demikian, pelaku pasar masih menanti data inflasi AS yang akan lebih menentukan pergerakan pasar selanjutnya.
Sejauh ini harga emas ditransaksikan dikisaran harga US$4.972 per ons troy, atau sekitar Rp2,7 juta per gram.
Pasar keuangan maupun komoditas masih berpeluang untuk bergerak sangat volatile ditengah data AS yang merealisasikan angka beragam.
"Dari sekian banyak data ekonomi di pekan ini, data inflasi AS akan menjadi penentu pergerakan pasar dalam jangka pendek nantinya," tutup Gunawan. (juli simamjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Dibuka Melemah"
Posting Komentar