Gerakan Pangan Murah Meningkat 69%
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat membuka GPM Serentak di Jakarta, Jumat (13/2/2026).lensamedan-bapanas.go.idLensaMedan - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional bersama mitra-mitra mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD sampai kalangan swasta sebagai upaya menjaga harga pangan pokok strategis.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menuturkan pemerintah menjalin kolaborasi erat untuk mewujudkan harga pangan pokok strategis yang stabil.
Amran sekali lagi meminta dengan tegas agar pelaku usaha sektor pangan tidak ada yang menjual dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
"Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun pun terkadang ada kenaikan, (hanya) satu atau dua pangan komoditas strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya," ucap Amran saat membuka GPM Serentak di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Total GPM yang dikoordinir Bapanas selama Februari mencapai 1.218 titik yang tersebar pada 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi.
Capaian 1.218 titik GPM di Februari ditambah 328 titik GPM di Januari tahun 2026 telah mencatatkan torehan yang impresif terhadap jumlah GPM periode yang sama pada tahun 2025.
Bapanas mencatat peningkatannya hingga 69,15 persen karena GPM pada Januari-Februari 2025 berada di angka 914 titik. Sementara GPM Januari-Februari 2026 secara total dapat mencapai 1.546 titik.
Eskalasi program GPM tersebut membuktikan komitmen serius pemerintah dalam memastikan tingkat konsumsi pangan masyarakat dapat terjaga.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkapkan harga pangan pokok yang stabil merupakan titah Presiden Prabowo Subianto yang diembannya.
"Tahun ini kalau ada yang melanggar, tolong seluruh Dirkrimsus Polri se-Indonesia yang hadir pada hari ini. Aku minta tolong, ini perintah panglima tertinggi, Bapak Presiden. Kemarin kami dipanggil, menghadap dan menanyakan kondisi pangan menghadapi bulan suci Ramadan, Hari Nyepi, Imlek, (itu) tidak boleh ada harga naik," ungkap Amran.
"Tidak boleh lagi kita main-main. 286 juta penduduk Indonesia, (akan ada) hari raya. Ada Idulfitri, ada Ramadhan, ada Imlek, ada Nyepi. Tolong hargai saudara-saudara kita, karena larinya ke pemerintah. Ikuti aturan, kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya. Sekali lagi, tolong seluruh perusahaan Indonesia, patuh pada harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah," pungkas Amran.
Senada, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan pemerintah tidak hanya menggempur dengan GPM saja. Masih ada berbagai program intervensi pangan yang konsisten diterapkan pemerintah yang tentunya untuk mengiringi pengawasan melekat oleh Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan.
"Gerakan Pangan Murah ini adalah salah satu solusi dari berbagai solusi. Solusi yang sering kita lakukan adalah Gerakan Pangan Murah memang. Kemudian SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras medium yang dilakukan oleh temen-temen Bulog. Kemudian kita juga melakukan FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan)," urai Ketut.
Tujuan pemerintah menggempur dengan berbagai program intervensi pangan tersebut, menurut Ketut adalah untuk menjaga harga. Namun harga yang ia maksud adalah harga yang wajar bagi konsumen dengan keuntungan yang wajar pula bagi para pelaku usaha.
"Kemudian ini juga adalah salah satu solusi disambung juga pengawasan. Jadi kolaborasi semua strategi yang kita punya kita lakukan, sehingga harapan kita, sekali lagi stoknya bagus maka harganya kita harus wajar. Bukan tidak boleh untung tapi wajar mencari untungnya, supaya masyarakat nyaman dalam rangka melaksanakan ibadah puasa sampai hari raya," kata Deputi Ketut.
Sekilas target program intervensi pangan di 2026 yang direncanakan Bapanas antara lain SPHP beras dengan target 828 ribu ton. Kemudian ada SPHP jagung pakan dengan target salur ke peternak 242 ribu ton. Ada pula bantuan pangan beras dan minyak goreng alokasi Februari dan Maret dengan sasaran penerima lebih dari 33 juta Keluarga.
Untuk GPM sepanjang tahun 2026 ini, Bapanas menargetkan dapat mencapai sebanyak 13.500 kali. Sebagai informasi, realisasi GPM pada 2025 yang dikoordinir Bapanas adalah sebanyak 13.321 kali. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Gerakan Pangan Murah Meningkat 69%"
Posting Komentar