Dosen UIN Sumut Jadi Wakil Indonesia di 17th Course in Geographic Information System for Geoscientists India
Rektor UIN Sumut, Nurhayati, berfoto bersama Syafran Arrazy, dosen UIN Sumut yang terpilih menjadi wakil tunggal Indonesia dalam '17th Course in Geographic Information System for Geoscientists'.lensamedan-istLensaMedan - Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Syafran Arrazy, terpilih menjadi wakil tunggal Indonesia dalam '17th Course in Geographic Information System for Geoscientists'. Ajang ini berlangsung di Hyderabad, India, 7 hingga 27 Januari 2026.
Pelatihan Internasional ini merupakan bagian dari program The Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) Programme di bawah naungan Kementerian Luar Negeri (MEA), India.Rektor UIN Sumut, Nurhayati, menjelaskan bahwa event internasional ini diikuti perwakilan dari 19 negara, yakni Indonesia, Gabon, Tanzania, Bhutan, Thailand, Kambodia, Palestina, Lebanon, Irak, Tajikistan, Myanmar, Madagaskar, Mozambik, Namibia, Ghana, Gambia, Mauritius, Ekuador, dan Sri Lanka.
"Kehadiran dosen UINSU dalam forum ini mempertegas peran akademisi Indonesia dalam kancah pengembangan teknologi geospasial global," kata Rektor UIN Sumut, Nurhayati, di Medan, Rabu (4/2/2026).
Partisipasi dosen UIN Sumut pada even yang dipusatkan di Geological Survey of India Training Institute (GSITI), Center for Geoinformation Management Training (CGMT) ini, merupakan bukti nyata komitmen UIN Sumut dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan jejaring akademik global.
"Semoga Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama program bisa ditransformasikan ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UIN Sumut," kata Nurhayati.
Menurut Nurhayati, keterlibatan Dosen UIN Sumut ditengah 19 Negara ini bukanlah hal yang mudah. Sebab, ada beberapa tahapan yang harus diikuti hingga terpilih menjadi peserta.
Pada kesempatan yang sama, Syafran Arrazy, menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Sumut dan sivitas akademika atas dukungan dan supprot yang diberikan untuk dapat mengikuti avent internasional ini.
Selama tiga minggu penuh, jelas Syafran Arrazy, mereka mendapatkan materi yang komprehensif, seperti konsep dasar GIS, manajemen geodatabase, hingga analisis data spasial tingkat lanjut.
"Ada juga kurikulum pelatihan yang mencakup berbagai latihan praktis (hands-on exercise) seperti penggunaan Digital Elevation Model (DEM), pembuatan peta menggunakan perangkat lunak open-source, hingga penerapan GIS dalam pemetaan mineral dan analisis kerentanan tanah longsor," jelasnya.
Syafran Arrazy bercerita bahwa program atau event internasional ini juga menawarkan pengalaman unik dengan menggabungkan aspek teknis dan pengenalan budaya.
Seluruh peserta berkesempatan mengunjungi INCOIS untuk mempelajari Ocean GIS serta melakukan kunjungan lapangan ke Survey of India (SOI) untuk praktik Mobile Mapping.
Bahkan, di sela-sela materi, peserta juga mengikuti sesi Yoga dan kunjungan ke berbagai situs warisan budaya di sekitar Hyderabad sebagai bagian dari sistem pengetahuan lokal India (Indian Knowledge System).
"Menjelang akhir program, kami diwajibkan menyelesaikan proyek mandiri sebagai bentuk implementasi dari ilmu yang telah didapat. Semoga, kedepan, bisa diterapkan di UIN Sumut, umumnya dalam pengembangan pendidikan di Indonesia," tutup Syafran Arrazy. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Dosen UIN Sumut Jadi Wakil Indonesia di 17th Course in Geographic Information System for Geoscientists India"
Posting Komentar