Data AS yang Membaik Buat IHSG, Rupiah hingga Emas Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Kamis (12/2/2026), IHSG dibuka di zona hijau meski setelahnya terdorong ke zona merah.lensamedan-istPada sesi perdagangan pagi mayoritas bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.
IHSG berpeluang mengikuti pola pergerakan bursa saham di Asia pada umumnya.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sejumlah data di AS yang dirilis menunjukan bahwa sektor ketenagakerjaan AS membaik.
Ini tercermin dari peningkatan serapan tenaga kerja diluar sektor pertanian (nonfarm payroll) menjadi 130 ribu dari ekspektasi sebanyalk 66 ribu pada bulan Januari, serta terjadi penurunan tingkat pengangguran dari 4,4% menjadi 4,3% pada bulan Januari.
Data dari AS tersebut mengikis spekulasi terkait dengan kemungkinan pemangkasan bunga acuan Bank Sentral AS atau The Fed, sehingga membuka peluang Dolar AS untuk menguat terhadap rival mata uang lainnya.
Dan situasi ini telah memicu koreksi pada mata uang Rupiah di level 16.820 per Dolar AS pada sesi perdagangan pagi.
"Kinerja Rupiah dan IHSG berpeluang untuk ditransaksikan di zona merah, seiring membaiknya sejumlah indikator keuangan AS seperti imbal hasil US Treasury dan kenaikan USD Index ke level 96,79," ujar Gunawan di Medan, Kamis (12/2/2026).
Selain Rupiah dan IHSG yang mengalami pelemahan, kinerja harga emas disebutkan Gunawan juga mengalami tekanan.
Harga emas ditransaksikan turun dikisaran US$5.065 per ons troy, atau masih realtif stabil dikisaran harga Rp2,75 juta per gram.
Padahal sehari sebelumnya harga emas dunia sempat ditransaksikan di atas level US$5.100 per ons troy.
"Data dari AS yang membaik juga menjadi pemicu tekanan harga emas pada hari ini," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Data AS yang Membaik Buat IHSG, Rupiah hingga Emas Melemah "
Posting Komentar