100% Siswa Madrasah Terdampak Bencana Sumatra Tetap Belajar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat mengikuti Rapat Koordinasi bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).lensamedan-kemenag.go.idMenag memastikan bahwa saat ini 100% siswa madrasah di wilayah terdampak tetap mendapatkan layanan pembelajaran.
"Komitmen kita jelas, pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Berdasarkan data per 11 Februari 2026, kami pastikan 100% siswa madrasah tetap belajar. Sebanyak 90,5 persen siswa sudah belajar normal di madrasah asal, sementara sisanya melalui sistem shift maupun di tenda darurat dan menumpang," ujar Menag dalam Rapat Koordinasi bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menag lalu merinci capaian signifikan dalam pemulihan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Dari total 773 madrasah yang terdampak, sebanyak 651 unit atau 84% telah kembali beroperasi.
Performa serupa juga terlihat pada sektor pondok pesantren, di mana 883 pesantren (75%) dari 1.173 pesantren terdampak sudah kembali beraktivitas.
"Pemulihan aspek spiritual juga menjadi prioritas. Kami melaporkan bahwa 97% rumah ibadah, atau sebanyak 1.553 unit dari total 1.593 rumah ibadah yang terdampak, kini sudah berhasil difungsikan kembali oleh masyarakat," jelas Menag.
Menag menambahkan, keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja keras tim relawan Kemenag di lapangan yang melakukan mobilisasi manajemen bencana secara responsif, mulai dari pembangunan ruang kelas darurat hingga bantuan serta-merta bagi pengelola rumah ibadah.
Guna melakukan percepatan rekonstruksi secara menyeluruh, Kementerian Agama telah mengusulkan dukungan anggaran melalui instrumen Rincian Output (RO) Khusus Direktif Presiden senilai Rp702,98 miliar yang bersumber dari Rupiah Murni (RM).
Anggaran tersebut direncanakan untuk rehabilitasi sisa gedung madrasah, pesantren, dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, termasuk rencana relokasi pada titik-titik yang rawan bencana.
"Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui Direktif Presiden ini benar-benar menyentuh masyarakat, sehingga jantung kehidupan sosial dan pendidikan di Sumatera kembali berdenyut normal," pungkasnya. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "100% Siswa Madrasah Terdampak Bencana Sumatra Tetap Belajar"
Posting Komentar