Perluas Akses Putra-Putri Daerah, Kemenkes Buka Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan sosialisasi pemetaan rumah sakit pendidikan penyelenggara utama.lensamedan-ist

LensaMedan - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pembukaan jalur pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan kebijakan afirmatif untuk memperluas akses putra-putri daerah terhadap pendidikan spesialis, sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional. 

Melalui penetapan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah dokter spesialis yang berasal dan kembali mengabdi ke daerah.

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan kedokteran guna meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis dari sekitar 2.700 menjadi 10.000 orang per tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara maju dalam rasio dokter spesialis terhadap jumlah penduduk.

“Kalau kita produksi 2.700 dengan populasi 280 juta, kemudian Inggris produksi 12.000, pasti ada yang salah. Harusnya kita naikkan minimal 4 kali lipat,” ujar Budi seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan,  Rabu (21/1/2026).

Penetapan rumah sakit sebagai penyelenggara utama pendidikan membuka akses lebih luas bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis, sekaligus mengatasi keterbatasan kuota universitas dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Melalui model pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based), jalur pendidikan spesialis diharapkan lebih merata dan mudah diakses oleh dokter di seluruh Indonesia.

Program ini memprioritaskan putra-putri daerah, khususnya dokter umum yang telah mengabdi di RSUD, agar setelah lulus dapat kembali memperkuat layanan kesehatan di daerah asal.

Pemerintah juga memastikan mutu pendidikan tetap terjaga melalui penerapan standar global, termasuk pengaturan jam kerja dan sistem evaluasi yang transparan.

“Kita bisa memastikan standarnya ada, standar kualitasnya itu tadi. Bukan hanya sekadar standar kelulusan,” tegas Menkes.

Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ockti Palupi Rahayuningtyas, menambahkan bahwa kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis secara sistemik melalui sinergi pemerintah dan rumah sakit. (*)

(Jakarta)

Belum ada Komentar untuk "Perluas Akses Putra-Putri Daerah, Kemenkes Buka Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit"

Posting Komentar

Izin Operasional 13 Perusahaan Dicabut, Meryl Saragih: Pemerintah Harus Siapkan Program untuk Bantu Pekerja yang Terdampak

Anggota DPRD Sumatra Utara, Meryl Rouli Saragih, berfoto bersama konstiuennya seusai menggelar sosialisasi.lensamedan-ist LensaMedan - Angg...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel