Perak Bisa Jadi Pilihan Investasi di 2026

Perak jadi alternatif investasi. (Ilustrasi perak-silver by AI)

LensaMedan - Tren kenaikan harga perak terjadi sejak tahun 2024 silam.

Kebijakan suku bunga rendah yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), telah membawa berkah pada harga perak yang harganya belakangan melambung tinggi dan mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah setelah Bank Sentral AS memangkas besaran bunga acuannya sebesar 25 basis poiin.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, tren pergerakan harga emas dengan perak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan sentimen pasar yang juga tidak terpaut jauh.

"Hanya saja emas memiliki pangsa pasar yang lebih luas dan memiliki karakteristik lebih universal dibandingkan dengan perak," ujar Gunawan di Medan, Sabtu (17/1/2026).

Gunawan menyebut, perak masih menjadi komoditas investasi alternatif selain surat berharga atau instrumen keuangan lain yang ada di pasar keuangan.

Harga masih berpeluang mengalami peningkatan ditengah tren penurunan suku bunga acuan Bank Sentral di dunia.

Jika basis investor perak mampu diperluas, maka harga perak berpotensi untuk melanjutkan tren kenaikan.

Sejauh ini masyarakat masih lebih familiar dengan investasi emas dibandingkan dengan perak.

"Sehingga basis investornya berpeluang untuk tumbuh lebih besar dan berpeluang menciptakan transaksi pasar yang lebih atraktif dibandingkan dengan saat ini," sebutnya.

Ditengah kebijakan moneter yang cenderung dovish, lanjut Gunawan, tren perlambatan ekonomi yang kian memburuk, menjadikan perak sebagai salah satu alternatif investasi yang dipertimbangkan saat ini.

Perak memiliki peluang untuk menguat dalam jangka pendek.

"Secara fundamental perak masih didukung oleh sejumlah data ekonomi yang kuat. Meskipun secara teknikal berpeluang memicu koreksi dalam waku dekat," tutupnya. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Perak Bisa Jadi Pilihan Investasi di 2026 "

Posting Komentar

316 Perlintasan Ditutup, KAI Perkuat Edukasi dan Penegakan Keselamatan

Pekerja memasang palang di perlintasan berisiko. Di sepanjang tahun 2025, KAI menutup  316 perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaa...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel