Padat Karya Jadi Langkah Cepat Pulihkan Ekonomi Warga Pascabanjir

Ketua Tim Kemnaker Peduli, Sukro Muhab, saat berbincang dengan anak-anak yangterdampak bencana di posko pengungsian.lensamedan-ist

LensaMedan — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui program Kemnaker Peduli mendorong pemulihan pascabencana melalui program padat karya di wilayah terdampak banjir di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Fokusnya adalah membantu warga yang terdampak terutama yang kehilangan mata pencaharian agar segera kembali berpenghasilan dan produktif, sekaligus mempercepat pemulihan sarana dan prasarana di lingkungan terdampak.

Ketua Tim Kemnaker Peduli, Sukro Muhab, menegaskan penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Kemnaker menyiapkan langkah lanjutan yang terhubung dengan program ketenagakerjaan untuk mempercepat proses pulih.

“Kemnaker hadir tidak hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan melalui program ketenagakerjaan, termasuk padat karya agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali produktif,” ujar Sukro Muhab dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (19/1/2026).

Sukro menjelaskan, recovery Kemnaker Peduli berjalan melalui paket kegiatan yang saling melengkapi. Padat karya menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi, sementara program pendampingan lainnya diarahkan untuk memulihkan kondisi sosial serta mendukung kebutuhan teknis warga pascabanjir.

“Ini program recovery. Selain dorongan padat karya, program Kemnaker juga terus berjalan seperti trauma healing, instalasi listrik, dan dukungan teknis lain di lokasi terdampak,” kata Sukro.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Kemnaker Peduli mengoptimalkan posko yang didukung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Di Sumatra Utara dan Aceh, bantuan dan kegiatan lapangan disalurkan melalui Posko Kemnaker Peduli BPVP Medan.

Kegiatan diawali dengan pembentukan dan penjagaan posko pada 2–3 Desember 2025, pelibatan relawan, serta pembersihan rumah warga terdampak banjir di Medan.

Bantuan logistik kemudian didistribusikan bertahap ke Langkat (Sumut) dan Aceh Tamiang (Aceh) untuk membantu kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Bantuan meliputi makanan siap saji, beras, air minum, susu, perlengkapan kebersihan, popok bayi, obat-obatan, serta kebutuhan anak-anak.

Total bantuan melalui Posko BPVP Medan mencakup 333 paket sembako, 200 selimut, 200 sarung, dan 700 paket makanan, serta dukungan logistik lain sesuai kebutuhan lapangan.

Di Sumatra Barat, Kemnaker Peduli membuka Posko Bantuan Bencana di BPVP Padang sebagai respons atas banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota.

Posko diperkuat Tim Dokter, Tim Trauma Healing, dan Tim Logistik, serta menjalankan pemulihan awal yang dekat dengan kebutuhan warga pascabanjir.

Kegiatan pemulihan awal tersebut antara lain pemeriksaan sepeda motor pascabanjir, pelatihan pembuatan lenan rumah tangga, serta pelatihan pengolahan masakan nusantara, dengan hasil pelatihan yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Menurut Sukro Muhab, pendekatan ini sejalan dengan upaya perluasan kesempatan kerja dan pemulihan kehidupan warga pascabencana.

Di Kabupaten Pidie Jaya (Aceh), Kemnaker Peduli melalui Posko BPVP Banda Aceh mengoperasikan dapur umum, layanan medis, serta pendampingan psikososial pada 15–26 Desember 2025 di sejumlah gampong dan desa terdampak.

Dapur umum memproduksi ribuan porsi makanan dan layanan medis menjangkau ratusan pasien.

Kemnaker menegaskan, penguatan padat karya di wilayah terdampak menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja, sehingga bantuan tidak berhenti pada fase darurat.

Dengan pemulihan yang terarah, warga diharapkan dapat kembali bekerja, kembali beraktivitas, dan mempercepat proses pulih di komunitas masing-masing. (*)


(Jakarta)

Belum ada Komentar untuk "Padat Karya Jadi Langkah Cepat Pulihkan Ekonomi Warga Pascabanjir"

Posting Komentar

Pimpin Rakor Kebijakan Strategis, Wamenag Minta Jangan Kerja Sendiri-sendiri

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i,  memimpin rapat koordinasi kebijakan strategis Kemenag, Senin (19/1/2026).lensamedan-ist Len...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel