Kemdiktisaintek-BPOM Bahas Penguatan Kerja Sama Riset
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, berfoto bersama Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat menggelar pertemuan di kantor Kemdiktisaintek, Jumat (23/1/2026).lensamedanLensaMedan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki peluang kerja sama riset dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hal ini dibahas saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menerima audiensi Kepala BPOM, Taruna Ikrar di kantor Kemdiktisaintek, Jumat (23/1/2026).
Pertemuan ini membahas penguatan sinergi riset, khususnya dalam mendukung hilirisasi hasil penelitian di bidang pangan, obat-obatan, dan kesehatan agar selaras dengan standar regulasi sejak tahap awal.
Mendiktisaintek menyampaikan bahwa kolaborasi riset yang terhubung sejak hulu hingga hilir menjadi kunci agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
Kemdiktisaintek mendorong agar arah riset nasional, khususnya riset terapan dan hilirisasi, dirancang sejak awal dengan memperhatikan kebutuhan regulasi dan standar mutu.
“Riset kita (yang dilakukan perguruan tinggi, red) tidak boleh berhenti di publikasi. Kita ingin hasil penelitian bisa sampai ke masyarakat. Untuk itu, perlu ada kerja sama antara Kemdiktisaintek untuk fasilitasi riset, industri yang siap untuk komersialisasi, dan BPOM sebagai regulator yang mengetahui standar,” ujar Menteri Brian.
Riset terkait bidang yang berada di bawah ruang lingkup BPOM, seperti pangan dan kesehatan, dinilai bisa mendapat pendampingan sejak dalam proses perencanaan, pengujian, hingga hilirisasi.
Pendekatan ini dilakukan agar riset dapat memenuhi standar dalam keseluruhan pelaksanaannya, sehingga meningkatkan efisiensi riset dan mempercepat pemanfaatan inovasi di sektor-sektor terkait.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah merupakan fondasi penting dalam pengembangan inovasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, BPOM memiliki peran strategis dalam memastikan riset yang dikembangkan memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat.
“Dalam industri, BPOM memang sangat terlibat dari proses izin riset, uji klinis, hingga izin edar produk. Dari cabang-cabang yang sudah berkaitan dengan BPOM, kami juga ingin mempererat hubungan antara riset kampus dan industri, melalui kerja sama bersama Kemdiktisaintek,” kata Kepala BPOM.
Melalui diskusi kerja sama ini, Kemdiktisaintek berharap tercipta ekosistem riset yang lebih terintegrasi, di mana perguruan tinggi, industri, dan regulator dapat berjalan beriringan dalam mendorong kemandirian bangsa di bidang pangan, obat-obatan, dan teknologi kesehatan. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Kemdiktisaintek-BPOM Bahas Penguatan Kerja Sama Riset"
Posting Komentar