Mulai Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Komisi XI Tekankan Stabilitas Moneter dan Independensi Bank Sentral

Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun saat memimpin rapat kerja di Komisi XI, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.lensamedan-dpr.go.id

LensaMedan - Komisi XI DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), sebagai bagian dari proses pengisian jabatan strategis bank sentral untuk periode 5 tahun ke depan.

Calon pertama yang menjalani uji kelayakan adalah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro.
 
Uji kelayakan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dan berlangsung di ruang Komisi XI DPR RI, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Misbakhun menyatakan rapat telah memenuhi ketentuan tata tertib DPR karena dihadiri 20 anggota dari 8 fraksi.
 
“Sesuai Pasal 279 dan 281 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib, rapat ini telah memenuhi syarat,” kata Misbakhun saat membuka rapat. Ia menegaskan rapat dengar pendapat umum tersebut dibuka dan terbuka untuk publik.
 
Misbakhun menjelaskan, proses uji kelayakan ini menjadi momentum penting bagi DPR untuk memastikan Bank Indonesia tetap mampu menjalankan mandat utamanya menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, sekaligus tetap independen dari tekanan politik maupun kepentingan jangka pendek.
 
“Pergantian ini untuk masa jabatan 5 tahun. Salah satunya Pak Solikin M. Juhro yang diusulkan Presiden melalui pimpinan DPR, berdasarkan usulan Gubernur Bank Indonesia,” ujarnya.
 
Dalam pemaparannya, Solikin M. Juhro menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan moneter sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia mengusung tema “Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju.”
 
Menurut Solikin, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan tercapai tanpa stabilitas nilai rupiah, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang sehat dan kredibel.

“Tema ini kami pandang sangat strategis dan relevan karena sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, sekaligus menjaga peran Bank Indonesia sebagai bank sentral yang independen dan dipercaya publik,” ujarnya.
 
Solikin memaparkan kerangka Strategi Semangka sebagai pendekatan kebijakan terpadu. Strategi tersebut mencakup penguatan stabilitas makroekonomi dan keuangan, inovasi kebijakan makroprudensial, navigasi stabilitas harga pangan, hingga penguatan digitalisasi sistem pembayaran.

Menurutnya, kebijakan moneter dan makroprudensial harus dijalankan secara kredibel dan konsisten agar BI tetap independen dalam merespons dinamika global, termasuk tekanan inflasi dan volatilitas pasar keuangan.
 
Selain itu, Solikin juga menekankan pentingnya sinergi BI dengan pemerintah tanpa mengurangi independensi bank sentral, terutama dalam mendukung reformasi struktural, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, serta pengembangan ekonomi syariah dan pesantren sebagai sumber pertumbuhan baru.
 
Komisi XI DPR RI menjadwalkan uji kelayakan terhadap 3 calon Deputi Gubernur BI berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 dan Senin, 26 Januari 2026.

Dua calon lainnya yang akan menjalani uji kelayakan adalah Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
 
“Jumat dan Senin (pekan depan) fit and proper test. Jumat kemungkinan satu calon, Senin dua calon sekaligus, lalu kita ambil keputusan sehingga Selasa bisa ditetapkan dalam rapat paripurna. Fit and proper test ini terbuka,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
 
Ketiga nama tersebut diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Juda Agung.

Misbakhun menegaskan, DPR tidak ingin terjebak pada dikotomi kebijakan moneter dan fiskal, tetapi fokus pada hasil kebijakan yang berpihak pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
“Kita tidak perlu mempertentangkan moneter atau fiskal. Yang penting adalah bagaimana kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga independensi Bank Indonesia, responsif terhadap tantangan ekonomi, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Misbakhun. (*)


(Jakarta)






Belum ada Komentar untuk "Mulai Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Komisi XI Tekankan Stabilitas Moneter dan Independensi Bank Sentral"

Posting Komentar

Rico Waas Dukung Pelaksanaan ASEAN Plus Cadet Sail 2026

LensaMedan - Pemko Medan menyambut baik pelaksanaan ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026, program usulan TNI Angkatan Laut yang digagas dalam ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel