Kebijakan Pengelola MSCI Buat IHSG Terpuruk di Awal Perdagangan
LensaMedan - Data indeks kepercayaan konsumen AS turun menjadi 84,5 pada bulan Januari, dari posisi sebelumnya 94,2.
Data tersebut juga masih lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar dikisaran angka 90.Pelaku pasar selanjutnya fokus pada pidato Presiden AS, terlebih belakangan India telah mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa.
Pasar keuangan domestik khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah tajam di level 8.393 pada sesi awal perdagangan.
Anakis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan, pelemahan ini disinyalir disebabkan pengumuman yang dilakukan pengelola indeks global MSCI terkait pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia.
"Kebijakan tersebut diambil menyusul kekhawatiran investor global terkait transparansi data kepemilikan saham dan aspek investabilitas pasar," kata Gunawan di Medan, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu kinerja mata uang Rupiah ditransaksikan menguat ke level 16.730 per Dolar AS.
Kinerja USD Indeks yang terpuruk ke kisaran 95 menjadi kabar positif bagi mata uang Rupiah.
Ditengah minimnya sentimen pasar pada perdagangan hari ini, IHSG masih akan berjibaku di zona merah, sementara Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 16.650 hingga 16.770 per Dolar AS selama sehari perdagangan berlangsung.
Sementara itu, lanjut Gunawan, harga emas dunia kembali naik dan ditransaksikan dikisaran US$5.166 per ons troy.
Bahkan di pasar AS, harga emas dunia sempat menguat hingga ke level US$5.185 per ons troy.
Harga emas saat ini ditransaksikan dikisaran harga Rp2,8 juta per gramnya.
Belakangan AS kembali menebar ancaman kenaikan tarif ke Korea Selatan yang memburuk ekspektasi ekonomi kedepan.
"Ditambah dengan memburuknya tensi geopolitik belakangan ini," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Kebijakan Pengelola MSCI Buat IHSG Terpuruk di Awal Perdagangan"
Posting Komentar