KA Kontra Mobil di Tebing Tinggi, 9 Orang Meninggal Dunia
Barang bukti berupa 1 unit mobil penumpang yang mengalami rusak berat akibat tertemper KA Sri Bilah Utama di perlintasan KA tanpa palang di Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026).lensamedan-ist"Keseluruhan korban merupakan penumpang mobil," ujar Kapolres dalam laporannya yang ditujukan kepada Kapolda Sumatra Utara.
Peristiwa mengerikan yang terjadi Rabu (21/1/2026) sekira pukul 18.30 WIB itu diduga akibat kelalaian pengemudi mobil yang tidak memperhatikan peringatan yang disampaikan warga sekitar.
"Dari keterangan warga di lokasi, pengemudi terus saja melaju melewati rel tanpa palang pintu, dan akibatnya tertemper kereta api yang datang dari arah Rantau Prapat menuju Medan," ujar AKBP Rina Frillya.
Lebih lanjut dilaporkannya, para korban yang merupakan warga Deli Serdang dan Medan berangkat dari Sei Sigiling Tebing Tinggi menuju Deli Serdang setelah sebelumnya menghadii satu acara di Batubara.
Namun naas, saat melintasi rel kereta tanpa palang pintu, mobil dengan nomor polisi BK 1657 ABP tertemper KA Sri Bilah Utama KA U53 CC 2018344 yang datang dari arah Rantau Prapat dengan tujuan akhir Stasiun Besar Medan, sehingga sempat terseret sejauh 300 meter.
"Lokomotif KA dengan Masinis Hendrik Santoso dan Asisten Masinis Goklas Junior Manurung menghantam bodi samping sebelah kiri," terangnya.
Sementara itu, secara terpisah Plt Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyebutkan, akibat kecelakaan itu, perjalanan KA Sri Bilah Utama mengalami keterlambatan hampir 90 menit.
Keterlambatan perjalanan itu juga diakibatkan lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan harus diperbaiki oleh teknisi KAI Divre I Sumut.
Lalu, KA Sribilah Utama ditarik menuju Stasiun Tebing Tinggi oleh lokomotif penolong guna dilakukan perbaikan lokomotif di Stasiun tersebut.
Selanjutnya, melakukan perjalanan hingga tiba tujuan akhir di Stasiun Medan.
”Setelah lokomotif berhasil diperbaiki, KA Sribilah utama diberangkatkan kembali dari Stasiun Tebing Tinggi tujuan Medan pukul 19.56 WIB. KAI Divre I Sumatera Utara meminta maaf kepada pelanggan KA Sribilah Utama atas kelambatan tersebut,” kata Anwar saat dikonfirmasi.
Atas kejadian ini, Anwar menyampaikan rasa duka cita atas kondisi para korban dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.
"KAI Divre I Sumut menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api," ucap Anwar.
Anwar mengingatkan pengguna kendaraan bermotor, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia, sehingga lebih baik kehilangan satu menit untuk waspada, daripada kehilangan keselamatan dalam satu menit yang tidak bisa terulang kembali.
Selain itu, Anwar mengimbau bagi para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman. Sehingga kecelakaan tersebut, tidak terulang kembali dikemudian hari.
“KAI Divre I Sumut mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan dan keamanan bersama dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” imbau Anwar. (*)
(Tebing Tinggi)
Belum ada Komentar untuk "KA Kontra Mobil di Tebing Tinggi, 9 Orang Meninggal Dunia"
Posting Komentar