Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, IHSG dan Emas Alami Kenaikan
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), IHSG dibuka di zona hijau.lensamedan-istNamun menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, ada banyak sentimen negatif di pasar yang membuat Rupiah berpeluang alami tekanan kembali.
"Tensi geopolitik yang terus meningkat, mencuatnya isu perang dagang yang direspon dengan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun, menjadi beban bagi kinerja mata uang Rupiah secara keseluruhan," ujar Gunawan di Medan, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu menguat di sesi pembukaan perdagangan.
IHSG sempat tertekan pada perdagangan kemarin setelah sejumlah perusahaan dicabut izin usahanya, dan memberikan dampak buruk langsung maupun tidak langsung terhadap sejumlah emiten di lantai bursa.
Pada perdagangan pagi ini IHSG dibuka menguat di level 9.052, sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di Asia yang justru alami penguatan pada sesi perdagangan pagi.
Pelaku pasar saham sejauh ini masih dihantui isu perang dagang antara AS dengan Eropa, yang sebelumnya berakar dari rencana AS untuk menganeksasi Greenland.
Meskipun belakangan ketegangan tersebut sedikit mereda dan menjadi angin segar bagi pasar keuangan dan komoditas.
Di sisi lain, harga emas dunia tercatat menyentuh level tertingginya US$4.887 sebelum terkoreksi ke kisaran US$4.785 per Dolar AS pada sesi perdagangan Asia pagi ini.
Harga emas sejauh ini ditransaksikan dikisaran harga Rp2,6 juta per gram.
Emas tengah mengalami tekanan jual seiring dengan kenaikan harga emas yang cukup tajam pada pedagangan sebelumnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, IHSG dan Emas Alami Kenaikan"
Posting Komentar