IHSG dan Rupiah Terkoreksi, Harga Emas Naik Dekati Level US$4.700
LensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 9.156 pada sesi pertama perdagangan.
Namun sejauh ini IHSG kembali ditransaksikan di zona negatif.Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, melemahnya mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini memicu tekanan pada IHSG.
Kebijakan Bank Sentral China (PBoC) yang mempertahankan besaran bunga pinjaman di level 3%, tidak menjadi katalis positif bagi kinerja pasar saham di Asia.
"IHSG pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan ditransaksikan dalam rentang 9.100 hingga 9.170," ujar Gunawan di Medan, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, mata uang Rupiah kembali alami pelemahan di level 16.985 per Dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Tekanan pada mata uang Rupiah disebutkan Gunawan masih berlanjut.
Terpantau Dolar AS pada perdagangan pagi ini bergerak mixed terhadap sejumlah mata uang di Asia.
Pelemahan Rupiah pada perdagangan hari ini sangat bertolak belakang dengan kinerja USD Index yang justru melemah dikisaran level 99.
Pelemahan USD Index sudah terjadi sejak Kamis pekan lalu.
Namun Rupiah justru tidak mampu memanfaatkan momentum ini untuk menguat.
"Rupiah masih terbebani dengan sentimen domestik, seiring dengan reaksi pasar terhadap defisit APBN," sebutnya.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan menguat di level US$4.674 per ons troy, atau sekitar Rp2,56 juta per gramnya.
Secara teknikal harga emas memang terbilang cukup mahal dan rawan alami koreksi, namun harga emas secara fundamental masih mampu mendapatkan sokongan dari memburuknya tensi geopolitik belakangan ini. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Terkoreksi, Harga Emas Naik Dekati Level US$4.700"
Posting Komentar