IHSG dan Emas Alami Koreksi, Rupiah masih Melemah
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang untuk menembus level psikologis 9.000, meskipun diproyeksikan akan berkonsolidasi terlebih dahulu dalam rentang 8.900 hingga 8.990, mengingat sejumlah sentimen ekonomi pada hari ini juga tidak begitu baik.
Data S&P Global Services AS mengalami perlambatan di level 52,5 di bulan Desember dari posisi bulan sebelumnya di level 54,1.
Selain itu, kinerja USD Index chart yang menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya juga turut berpeluang membebani kinerja IHSG.
USD index saat ini ditransaksikan dikisaran 98.53, sementara Rupiah mengalami tekanan dikisaran level 16.775 per Dolar AS dan berpeluang untuk melemah dalam rentang 16.750 hingga 16.790 per Dolar AS.
"Rupiah mengalami tekanan seiring dengan tekanan fiskal pada APBN yang pada akhirnya turut membenai IHSG," ujar Gunawan di Medan, Rabu (7/1/2026).
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah tipis ke level US$4.471 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2,4 juta per gram.
Gunawan menilai, pelaku pasar lebih menjadikan momen dimana minimnya sentimen saat ini untuk melakukan aksi profit taking, memanfaatkan penguatan harga emas yang berlangsung di awal tahun 2026. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Alami Koreksi, Rupiah masih Melemah"
Posting Komentar