Harga Emas Masih Cetak Rekor Tertinggi Baru
Seorang pegawai Galeri 24 menunjukkan logam mulia. Pada perdagangan sore, harga emas masih ditutup menguat di atas US5.000 per ons.lensamedan-istLensaMedan - Harga emas dunia masih melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini.
Ketidakpastian perdagangan dan geopolitik menjadi pemicu utama menguatnya harga emas.Di sesi perdagangan sore, harga emas dunia ditransaksikan dikisaran US$5.092 per ons troy, atau sekitar Rp2,76 juta per gram.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar tengah fokus pada pernyataan Presiden AS yang mengancam akan menaikkan tarif impor ke Kanada sebanyak 100%.
Selain itu, ketegangan di timur tengah, serta ketidakpastian geopolitik antara AS dengan Eropa.
Tidak berhenti di situ, risiko penutupan pemerintahan AS kembali muncul setelah ada rencana pemblokiran RUU pendanaan oleh Partai Demokrat.
"Kombinasi sentimen negatif tersebut membuat investor cenderung mengakumulasi emas dibandingkan dengan aset berharga lainnya," ujar Gunawan di Medan, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat di level 16.770 per Dolar AS.
Rupiah disebutkan Gunawaj menguat ditengah memburuknya sejumlah indikator keuangan AS seperti USD index dan imbal hasil US Treasury 10 tahun.
Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada kebijakan moneter Bank sentral AS atau The Fed di pekan ini.
Seiring dengan penguatan Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini juga ditutup menguat 0,27% di level 9.058.
Kinerja positif IHSG berlawanan dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup melemah.
IHSG memang sempat ikut terseret arus pelemahan dan menyentuh level terendahnya 8.923, sebelum akhirnya berbalik arah menguat bahkan sempat berada di level tertingginya 9.058," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Harga Emas Masih Cetak Rekor Tertinggi Baru"
Posting Komentar