Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah dan IHSG Hingga Emas Terjebak di Zona Merah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan sesi pertama Jumat (13/3/2026), IHSG dibuka di zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Harga minyak mentah dunia masih lanjutkan tren kenaikan. Untuk jenis Brent saat ini ditransaksikan dikisaran harga US$100 per barel.
Kenaikan harga minyak mentah kembali menyeret kenaikan pada imbal hasil US Treasury 10 tahun ke level 4,257% serta USD Index ke level 99.69.Dua indikator tersebut menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menggambarkan bagaimana inflasi mendorong investor kembali memburu surat berharga AS, seiring dengan spekulasi bahwa The Fed akan menunda pemangkasan bunga acuan saat harga minyak dunia melambung tinggi.
Dampak dari penguatan dua indikator keuangan AS tersebut memicu pelemahan pada mata uang Rupiah.
Pada perdagangan pagi ini Rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.910 per Dolar AS.
Eskalasi perang yang mengalami peningkatan dimana AS meningkatkan skala serangan ke Iran menjadi isu utama yang membuat pasar keuangan di tanah air mengalami tekanan.
Tidak hanya mata uang Rupiah, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini juga dibuka melemah ke level 7.338.
IHSG tidak sendirian, mayoritas bursa saham di Asia juga ditransaksikan melemah pada sesi perdagangan pagi ini.
Beban inflasi yang semakin membesar kedepan membuat pasar mengkhawatirkan kemampuan emiten dalam menciptakan laba.
"Ditambah ketidakpastian ekonomi akibat perang yang bisa mengganggu ekonomi secara fundamental," ujar Gunawan di Medan, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu harga emas dunia kembali mengalami tekanan di kisaran level US$5.125 per ons troy, Sejauh ini harga emas ditransaksikan dikisaran 2.79 juta per gram.
Gunawan menyebut, tekanan pada harga emas masih berpeluang berlanjut jika rilis data inflasi AS merealisasikan angka yang lebih tinggi dari perkiraan.
"Ditengah tensi geopolitik yang terus memanas, harga emas masih kesulitan untuk menguat, meskipun ditopang oleh sentimen fundamental, serta dibarengi dengan akumulasi emas yang dilakukan oleh sejumlah Bank Sentral di dunia seperti Bank Sentral China (PBoC)," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah dan IHSG Hingga Emas Terjebak di Zona Merah"
Posting Komentar