Emas dan IHSG Alami Tekanan Jual, Rupiah Ditutup Menguat
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah.lensamedan-istMeskipun demikian Denmark masih bersikeras bahwa kedaulatan Greenlad tidak bisa dingeosiasikan.
"Sehingga pasar kedepan menanti bagaimana detail kesepakatan AS dengan NATO, seraya menanti sikap lanjutan yang akan diambil Denmark nantinya," ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Jumat (23/1/2026).
Harga emas pada sesi perdagangan sore terpantau turun ke level US$4.923 per ons troy, atau sekitar Rp2,7 juta per gram.
Gunawan menyebut, tensi geopolitik terlihat mulai mereda, namun ketidakpastian kepemimpinan Gubernur Bank Sentral AS masih menjadi sentimen positif bagi emas.
Sekalipun data inflasi AS masih sesuai ekspektasi, namun pelaku pasar masih melihat potensi penurunan bunga acuan di tahun ini.
Di sisi lain mata uang Rupiah ditutup menguat di level 16.810 per Dolar AS.
Ditengah minimnya sentimen pasar saat ini, spekulasi kebijakan moneter longgar The Fed menjadi katalis positif bagi Rupiah.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu keluar dari zona merah setelah seharian alami tekanan jual.
"IHSG melemah 0,46% di level 8.951,01, berbeda dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang ditransaksikan menguat," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Emas dan IHSG Alami Tekanan Jual, Rupiah Ditutup Menguat"
Posting Komentar