Rupiah dan IHSG Melemah Dalam, Emas Masih Bertahan
LensaMedan - Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan akhir pekan ini.Termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga ditutup melemah 1.53% di level 7.830,493.
Bahkan IHSG sempat menyentuh level 7.765 sebagai titik terendah selama sesi perdagangan berlangsung. Dan level tertinggi IHSG pada perdagangan hari ini berada di angka 7.913.
"Sejumlah saham yang memicu koreksi pada IHSG adalah BBRI, BMRI, BBCA, BREN hingga PTRO," ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Jumat (29/8/2025).
Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah ke level 16.485 per Dolar AS. Rupiah tidak sendiri, Dolar AS juga terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang asia lainnya seperti Dolar Hongkong dan Singapura, Rupe India hingga Won Korea.
Kinerja pasar keuangan tanah air yang memburuk pada hari ini juga tidak bisa dilepaskan dari aksi demonstrasi yang berlangsung.
IHSG terpantau alami penurunan yang signifikan dan menjadi salah satu yang terburuk kinerjanya di Asia. Sementara itu Rupiah melemah cukup dalam hingga mendekati level 16.500 per Dolar AS.
Tekanan yang dialami pasar keuangan domestik terasa lebih berat dibandingkan dengan kinerja pasar keuangan regional. Dan aksi demonstrasi diyakini sebagai salah pemicu tekanan di pasar keuangan tanah air.
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan terkoreksi tipis dikisaran US$3.407 per ons troy, atau sekitar Rp1,81 juta per gram. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah dan IHSG Melemah Dalam, Emas Masih Bertahan "
Posting Komentar