Dendam Jadi Motif Paman Tikam Keponakan Hingga Tewas


Lensamedan – Tindakan penikaman yang menghilangkan nyawa SRB ternyata dilakukan Rahmat karena alasan dendam.  Sebelum kejadian, pelaku kerap mengancam korban dan keluarganya. Namun, untuk pengancaman dan motif yang lain masih terus didalami petugas kepolisian.

Motif pembunuhan ini diungkapkan Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha saat memaparkan kasus tersebut di Polsek Sunggal,  Sabtu (13/8/2022).

"Perkiraan dan masih kami dalami, tetapi motif diduga karena ada dendam dari pelaku  terhadap almarhum korban," ucap Chandra Yudha.

Tersangka Rahmat sendiri berhasil diamankan petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Sunggal di sebuah rumah di Jalan Pelita, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (12/8/2022), sekitar pukul 21.30 WIB.

Selama pelariannya, tersangka berpindah-pindah satu tempat ke tempat lain, untuk menghindari kejaran dan pemburuan petugas kepolisian. Sehingga menelan waktu beberapa hari setelah kejadian.

"Selain mengamankan tersangka, kita juga amankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, pakaian korban, satu kitab suci bercak darah dan sepeda motor digunakan pelaku," katanya.

Disebutkan Yudha, tersangka diketahui pernah menjalani perawatan gangguan kejiwaan di RSJ Bina Karsah, pada 8 Maret 2021, lalu. Karena itu pihak kepolisian akan melakukan observasi kembali kejiwaan pelaku.

"Kita akan observasi lebih lanjut kedepan," sebutnya.

Yudha mengungkapkan bahwa pelaku sudah berencana akan melakukan pembunuhan terhadap korban. Sehingga Rahmat dijerat dengan pasal 338 dan pasal 340 KHUPidana tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal hukuman mati.

"Karena di kasus ini, terdapat anak-anak sebagai korban, maka pelaku kita diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Medan," tambahnya.

Pembunuhan sadis terjadi saat korban sedang melakukan aktivitas belajar di sekolah Yayasan Baiti Jannati di Jalan Murai Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/8/2022) pagi.

Bocah malang itu, mengalami luka tikam tepat di dada sebelah kiri. Korban sendiri sempat dibawa ke klinik terdekat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Untuk teman-teman dan guru korban menyaksikan pembunuhan sadis, pihak kepolisian pada  pekan depan akan memberikan trauma healing.

Akibat peristiwa tersebut, pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar dan mengajar khusus bagi teman-teman korban di kelas tersebut, selama sepekan setelah kejadian itu.

"50 anak sekolah dasar dan gurunya menyaksikan pembunuhan tersebut, akan mendapatkan trauma healing dari Polda Sumut," pungkasnya. (*)


(Medan) 


Belum ada Komentar untuk "Dendam Jadi Motif Paman Tikam Keponakan Hingga Tewas "

Posting Komentar

KPU Medan Lakukan Rakor Terakhir PDPB menuju Pemilu 2024

Lensamedan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melaksanakan Rapat Koordinasi Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) periode t...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel