Bantu Siswa Belajar Mandiri, Yayasan Fondasi Hidup Laksanakan Proyek Sekolah Enuma

Lensamedan – Yayasan Fondasi Hidup menggandeng 9 Sekolah Dasar di 3 desa di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang untuk melaksanakan proyek sekolah Enuma. 

Secara resmi, proyek yang terlaksana atas kerja sama Yayasan Fondasi Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang ini dimulai Rabu (16/3/2022).

Direktur Nasional Yayasan Fondasi Hidup, Effendy Aritonang, mengatakan, proyek sekolah Enuma akan dilakukan selama 6 bulan dengan melibatkan siswa SD di Desa Sumbul, Limau Mungkur dan Gunung Rintih yang sebelumnya sudah menjadi lokasi kegiatan beta testing di tahun 2021 lalu.

Beta testing menurut Effendy merupakan aktivitas untuk mengetes efektivitas aplikasi Enuma, belum mengukur efektivitas terhadap siswa . Setelah dites dan dipakai dengan baik dan dimengerti oleh para siswa, baru dilanjutkan dengan pilot test.

“Nah di pilot test ini, kita akan mengetes seberapa banyak manfaat aplikasi ini terhadap kemajuan pembelajaran siswa,” ujar Effendy usai kegiatan yang dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Deliserdang, Samsuar Sinaga.

Effendy menyebutkan, dari pilot test selama 6 bulan ini, pihaknya berharap aplikasi ini memang berkontribusi terhadap  peningkatan belajar siswa di bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

“Itu yang akan kita ukur, karena kita berharap aplikasi ini bisa digunakan menjadi bahan belajar pendamping untuk pembelajaran di sekolah,” sebutnya. 

Effendy memastikan aplikasi ini mengadaptasi kurikulum pendidikan yang sudah dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi, tetapi dikemas dalam bentuk permainan atau game. 

Sehingga diyakini akan memberikan suasana belajar yang lebih nyaman terhadap siswa, karena mereka tidak menyadari jika sedang belajar.

“Dan di setiap game atau permainan itu ada komponen evaluasi, sehingga para siswa tidak perlu merasa tertekan saat belajar atau pun ujian,” tegasnya. 

Aplikasi ini juga menurut Effendy juga tidak akan membutuhkan peran yang besar dari guru, artinya guru tidak perlu lagi berdiri di depan kelas untuk memberikan penjelasan. Karena ide utama dari aplikasi ini adalah mendorong siswa belajar mandiri.

Sehingga diharapkan, aplikasi ini bisa menjadi solusi mengatasi ketimpangan jumlah guru dengan siswa  di banyak sekolah.

“Dan aplikasi ini juga tidak mewajibkan guru menguasai teknologi, karena instruksi belajarnya sendiri sudah ada di aplikasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Deliserdang, Samsuar Sinaga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Yayasan Fondasi Hidup dalan membantu peningkatan kualitas pendidikan di Deliserdang.

Samsuar mengatakan, ada tiga tantangan yang akan dihadapi di era abad 21, yakni kompetensi, literasi dan karakter, yang tidak bisa dilepaskan karena saling berkaitan erat. Karena itu, sekuat apa pun kompetensi, jangan pernah melupakan karakter, atau sebaliknya.

“Karena keduanya saling melengkapi,” ujar Samsuar yang hadir bersama Kowilcam STM Hilir Kabupaten Deliserdang, Martin Sembiring .

Proyek Sekolah Enuma yang mendapatkan dukungan dari The Head Foundation dan Enuma ini juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia. Untuk di Sumatera Utara, proyek ini hanya dilaksanakan di Kabupaten Deliserdang. (*)


(Deliserdang) 



 

Belum ada Komentar untuk " Bantu Siswa Belajar Mandiri, Yayasan Fondasi Hidup Laksanakan Proyek Sekolah Enuma"

Posting Komentar

Tunggak PBB, BPPRD Medan Pasang Stiker di Hotel Grand Jamee

Lensamedan - Pemko Medan melalui Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) memasang spanduk dan stiker belum lunas PBB di bagian depan ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel