Pertamina: Pasokan Terlambat Jadi Penyebab Kekosongan di SPBU


Lensamedan – Antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terlihat hingga hari ini. Antrian kendaraan hingga keluar area SPBU terlihat di SPBU seputaran Terminal Amplas, Bandar Slamat bahkan Tanjung Morawa. 

Antrian panjang ini dikarenakan, sejumlah SPBU sudah tidak lagi beroperasi karena pasokan BBM ke SPBU terhenti dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan ada SPBU yang harus berhenti beroperasi lebih dari 24 jam.

Sejauh ini, PT Pertamina Patra Niaga area Sumatera bagian Utara (Sumbagut) masih menyakinkan jika pasokan BBM untuk wilayah  Sumaera Utara (Sumut) aman seiring dengan masuknya 15.900 Kilo Liter. (KL).

Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut Taufikurachman menjelaskan kekosongan BBM di sejumlah SPBU dalam dua pekan terakhir  dikarenakan pasokan BBM yang didatangkan dengan menggunakan kapal tanker mengalami keterlambatan akibat cuaca di perairan yang cukup mengganggu. 

“Sehingga pasokan yang ada di TBBM harus kami atur, agar kebutuhan masyarakat masih bisa kita suplai dengan baik dan merata. Untuk itu, kami mohon maaf,” ujar Taufikurachman, Jumat (15/10/2021). 

Dijelaskannya, saat ini, pasokan BBM sudah masuk ke Sumut seiring dengan berhasilnya kapal tanker bersandar di Belawan. Kapal tanker tersebut membawa BBM sebanyak 15.900 Kilo Liter (KL) untuk jenis Pertalite dan Pertamax yang diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan untuk 5 hingga 7 hari kedepan. 

“Dan insha Allah akan masuk lagi, sehingga pasokan BBM kita bisa kembali normal,” terangnya.

Dari pantauan di lapangan, antrian kendaraan yang mengisi BBM mendapat penjagaan dari pihak kepolisiian. (*)



(Medan) 


Belum ada Komentar untuk "Pertamina: Pasokan Terlambat Jadi Penyebab Kekosongan di SPBU "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel