Ketika Pedagang Pakaian Mengeluhkan Sulitnya Buka Dasar


Lensamedan - Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini berganti sebutan menjadi PPKM Level 4 sejak 12-20 Juli 2021 dan diperpanjang kembali hingga 26 Juli 2021, menambah kesediah sejumlah pedagang pakaian di Pusat Pasar Medan.

Para pedagang curhat sulitnya mereka melakukan penjualan pertama, atau dalam istilah pedagang buka dasar.

R. Pasaribu, salah seorang pedagang mengatakan,  perpanjangan ini akan membuat masyarakat mati. Sebab sejak dilanda pandemi Covid-19 tepatnya di 2020 lalu untuk buka dasar saja sangat sulit.

"Selama pandemi Covid-19 penjualan pakaian turun drastis. Bukan saya saja yang mengalami ini. Seluruh pedagang di Kota Medan ini juga mengalami hal sama dengan saya. Apalagi ditambah dengan PPKM Darurat ini. Pelan pelan kita mati," katanya, Jumat (23/7/2021).

Ia menyebutkan, suasana pasar sangat sepi. Karenanya, selama ini ia memilih tutup.

"Baru hari ini saya jualan. Kalian lihatlah situasi disini juga sangat sepi," sebutnya yang memiliki kios di lantai 2 Pusat Pasar Medan.

Perempuan paruh baya yang tinggal di daerah Padang Bulan ini mengaku, sejak pandemi melanda, Ia belum pernah mendapat bantuan. Apalagi bantuan PPKM Darurat juga belum menerima bantuan materi atau sembako.

 "Ada diminta foto copy KK dan KTP tapi sampai sekarang belum ada bantuan apapun yang saya terima. Kami sudah bahas juga sama kawan-kawan di sini kami disuruh tutup tapi gak ada bantuan yang dikasih. Kami berharaplah ada bantuan," terangnya. 

Hal senada dikatakan Rani, salah satu pemilik toko pakaian anak-anak Brother Kids di lantai 3 yang mengeluh PPKM Darurat yang diberlakukan sangat membuatnya kesulitan. Lantaran tidak ada potongan atau subsidi untuk retribusi ke PD Pasar. 

"Kami gak ada subsidi. Bayar listrik dan keamanan jalan terus, gak ada potongan. Belum lagi bayar sewa per tahun Rp12 juta. Kalau untuk retribusi ke PD Pasar saya bayar Rp600 ribu ya full lah gak ada dipotong. Tapi gak tahu kalau nanti ya. Karena lihatlah saat ini pembeli sepi. Saya kemarin tutup dari tanggal 16-20 Juli. Buka kembali tanggal 21 lalu. Sebelum PPKM Darurat juga udah sepi," ceritanya dan berharap ada bantuan untuk mereka pedagang pasar.

Tak berbeda jauh yang juga dikeluhkan salah satu pegawai toko pakaian Fadhila yang mengaku sejak tutup karena PPKM Darurat tidak ada bantuan atau pendataan untuk memdapatkan bantuan yang diperolehnya. 

"Kami pegawai ini kan gajinya harian. Gak buka gak ada gaji. Makanya mau gak mau ya buka lah ini. Itupun sulit untuk jualan karena sepi pembeli. Apalagi jalan di Kota Medan sebagian masih di sekat. Semoga ada bantuan untuk kami ini," terang Lia. (*)

 

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Ketika Pedagang Pakaian Mengeluhkan Sulitnya Buka Dasar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel