Gercep Camat Medan Tuntungan Dengan Program Sapa Warga

Lensamedan-Sebagai upaya mengoptimalkan penanganan Covid-19, Kecamatan Medan Tuntungan membentuk program 'Sapa Warga' setiap harinya. Melalui program ini, artinya setiap kepling melakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya dan upaya pencegahan Covid-19 di lima rumah warga dalam satu hari. Dengan harapan, masyarakat dapat memahami apa, bagaimana dan seperti apa kondisi Covid-19 di Kota Medan, sehingga terbangun kesadaran bersama untuk saling menjaga.

"Gebrakan penanganan yang kita lakukan adalah 'Sapa Warga'. Tidak seorang diri, program ini dijalankan dengan melibatkan para kader PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar. Saat mengunjungi, warga diedukasi dan disosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan cara pencegahannya dengan menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas," kata Camat Medan Tuntungan saat dihubungi, Minggu (13/6/2021).

Dikatakan Harry, inovasi dalam penanganan Covid-19 dilakukan sebagai tindaklanjut salah satu program kerja prioritas utama Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM di bidang kesehatan. "Dalam visi Medan Maju yang diusung Wali Kota tertera bahwa kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan melalui revitalisasi dan kesehatan yang modern serta terjangkau untuk semua orang. Oleh karenanya, kami terus berupaya untuk mewujudkannya," terangnya.

Kemudian, Harry mengaku bahwa saat ini Medan Tuntungan berada di zona orange. Oleh karenanya, lanjut Harry, pihaknya terus berupaya agar Medan Tuntungan tidak kembali masuk dalam zona merah. Itu sebabnya, program 'Sapa Warga' tersebut diharapkan jadi salah satu langkah konkrit untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Kita punya 75 kepling yang bersama-sama dengan kader PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat terus mengedukasi warga. Jika 75 kepling dikali 5 rumah perhari nya maka dalam seminggu, artinya ada 2625 rumah tangga yang bisa diedukasi dan disosialisasikan. Di kesempatan tersebut kita beri pemahaman secara jelas kepada warga  tentang bahaya Covid-19," jelasnya.

Dalam dua Minggu penerapan program 'Sapa Warga', ungkap Harry, terlihat banyak perubahan di tengah-tengah masyarakat. Artinya, warga sudah mulai sadar untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, lanjutnya, Kelurahan Namo Gajah tetap berada dalam zona hijau, karena hingga saat ini tidak ada warganya yang terpapar Covid-19. "Inilah yang harus kita antisipasi, sehingga Kelurahan Namo Gajah tetap dalam zona hijau," tambahnya seraya mengungkapkan akan terus membantu dan mendorong kelurahan lainnya untuk termotivasi hal yang sama.

Tidak itu saja, ungkap Harry, Kecamatan Medan Tuntungan juga membentuk posko Covid-19 yang melibatkan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan serta unsur Muspika. Dengan pembagian tugas mulai  pukul 08.00 - 18.00 WIB dan 18.00 - 07.00 WIB. "Bersama tim setiap harinya kita lakukan sosialisasi ke lokasi-lokasi usaha dan tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Jadi, kita kolaborasi dengan semua unsur, apalagi pemakaman khusus Covid-19 juga berada di wilayah kita yakni di Simalingkar B, maka perlu untuk dilakukan pengawasan dan penjagaan. Harapan kita semua warga dapat saling menjaga dan tetap sehat," pungkasnya.

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Gercep Camat Medan Tuntungan Dengan Program Sapa Warga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel