Sosialisasi Empat Pilar, Sofyan Tan : Pancasila itu Bukan Hanya Hapalan, Tapi Harus Diimplementasikan

Lensamedan- Duduk sebagai anggota MPR RI dua periode berturut-turut tanpa harus membeli suara masyarakat pemilih tentunya bukan hal yang mudah diraih.  Tetapi bagi Sofyan Tan, hal tersebut justru bisa diraihnya sejak pertama kali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR/MPR RI  di tahun 2014 lalu. Padahal sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) Keturunan Tionghoa yang jumlah populasinya di Sumatera Utara (Sumut), tentunya akan sulit merebut hati rakyat, terutama yang berdomisili di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan juga Kota Tebing Tinggi yang masuk Daerah Pemilihan  Sumut 1.

“Tapi saya punya kunci  untuk bisa meraih kesuksesan tersebut, yakni Pancasila,” ujar Anggota MPR RI Sofyan Tan di hadapan puluhan mahasiswa baru AMIK Medicom saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara yang digelar di Gedung Growth Center, Sabtu (24/4/2021).

Sofyan Tan pun tak sungkan membagi apa yang disebutnya sebagai kunci kesuksesannya di dunia politik. Bagi Politisi PDI Perjuangan ini, Pancasila yang diamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari sejak puluhan tahun lalu, sangat membantunya merebut hati dan simpati.

“Pancasila yang saya jadikan kunci kesuksesan itu bukan hanya sekedar hapalan atau teori semata, tetapi saya implementasikan,” kata Sofyan.

Sofyan mencontohkan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memberikan kedudukan yang sama bagi setiap WNI apa pun agama yang dianutnya. Tidak ada mayoritas-minoritas, karena negara menjamin keberadaan warganya dalam mempercayai agama yang dianut.

“Dan ini saya tunjukkan dengan tersedianya seluruh rumah ibadah di sekolah yang saya bangun sejak tahun 87,” sebutnya.

Sofyan juga menekankan jika perbedaan antar umat baik dari suku, agama mau pun ras bukanlah sesuatu yang haram, tetapi perbedaan merupakan satu kekayaan dari bangsa Indonesia.

“Dan ini termaktub dalam ideologi kita yaitu Pancasila,” ucapnya.

Dikatakannya, seringkali dalam satu pesta politik, para calon yang ingin mengambil  hati masyarakat berlaku seperti sinter klas yang berbuat baik tanpa harus diminta. Tetapi setelah berhasil duduk, justru lupa.

“Rakyat menderita, biarin, malah korupsi banyak-banyak. Apakah itu pengamalan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab? Tentu tidak,” tegasnya.

Sofyan melanjutkan, saat ini 65% pekerja di Indonesia hanya memiliki pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Padahal, tantangan di masa depan akan sangat beragam sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni yang bisa diwujudkan dengan mengutamakan pendidikan. Karena itu, apa yang dilakukan Pemerintah lewat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah yang membantu rakyat kurang mampu untuk tetap sekolah harus dimanfaatkan.

“Dan ini bisa dinikmati seluruh suku yang ada di Indonesia yang kalau saya tidak salah itu berkisar 700-an suku dengan lebih dari 1200 bahasa yang tersebar di 17000 pulau. Karena jika kualitas pendidikan tidak naik, tidak terjadi peningkatan ekonomi, maka gampang sekali itu dijadikan senjata untuk saling membunuh, sehingga kita tidak lagi bisa mengamalkan sila ketiga yakni Persatuan Indonesia,” tuturnya.

Selain dihadiri mahasiswa baru yang didampingi orang tua atau wali, sosialisasi Empat Pilar juga dihadiri Ketua LL Dikti Wilayah I Profesor Ibnu Hajar dan juga Direktur AMIK Medicom, Kamson Sirait dan juga staf pengajar. (*)

 

(Medan)

 

 

 

 

Belum ada Komentar untuk "Sosialisasi Empat Pilar, Sofyan Tan : Pancasila itu Bukan Hanya Hapalan, Tapi Harus Diimplementasikan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel